Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Tembus 5,37 Persen, Kemiskinan Terus Menurun

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Feb 2026 09:47 24 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Jawa Tengah mencatat kinerja ekonomi yang solid sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada triwulan IV 2025 ekonomi Jawa Tengah tumbuh sebesar 5,37 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen.

Capaian itu menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa. Pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin pada indikator makro, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang ditandai dengan penurunan angka kemiskinan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan bahwa tren positif ini harus terus dijaga dan diperkuat melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (6/2/2026).

“Penurunan kemiskinan sudah berjalan dengan baik dan harus terus kita dorong. Anggaran pembangunan perlu diarahkan agar semakin berdampak langsung pada masyarakat, termasuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok disabilitas,” ujar Taj Yasin.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 3,34 juta orang, turun sekitar 21,87 ribu orang dibandingkan Maret 2025, dan berkurang 51,52 ribu orang dibandingkan September 2024.

Menurut Sumarno, penurunan kemiskinan tersebut didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang bersifat inklusif, tercermin dari gini ratio yang membaik di angka 0,350. Kondisi ini menunjukkan ketimpangan pendapatan antarmasyarakat semakin menyempit.

Selain itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Jawa Tengah meningkat menjadi Rp50,82 juta, atau naik 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka juga relatif terjaga pada angka 4,32 persen per November 2025.

Meski demikian, pemerintah provinsi mengakui masih terdapat tantangan, khususnya pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 74,77 dan masih setara rata-rata nasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Jawa Tengah telah menetapkan arah kebijakan strategis pembangunan tahun 2027. Pariwisata berkelanjutan dan pengembangan ekonomi syariah akan menjadi pilar baru pertumbuhan ekonomi daerah. Di bidang sumber daya manusia, revitalisasi sarana praktik SMK serta peningkatan kompetensi guru berbasis kebutuhan industri juga menjadi prioritas.

“Kinerja pembangunan tidak mungkin dicapai tanpa kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Sinergi menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup dapat berjalan beriringan,” pungkas Sumarno. (*)

LAINNYA