Program Pesantren Obah Genap Setahun, Insentif dan Beasiswa Terus Berjalan

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Mar 2026 12:28 13 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen genap satu tahun pada 20 Februari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah program strategis telah dijalankan, termasuk Program Pesantren Obah yang menyasar kalangan guru agama, santri, dan pengasuh pondok pesantren.

Sepanjang 2025, terdapat tiga prioritas utama dalam program ini, yakni penyaluran insentif guru agama, bisyaroh (tali asih) bagi santri penghafal Al-Qur’an, serta beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren.

Berdasarkan data Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 230.830 guru agama menerima insentif selama 2025. Masing-masing memperoleh Rp1,2 juta per tahun dengan total anggaran mencapai Rp277 miliar, termasuk biaya operasional petugas.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesra Setda Jateng, Gunawan Sudharsono, menyampaikan bahwa seluruh anggaran 2025 telah dicairkan dan program tersebut akan berlanjut pada 2026.

Selain itu, tali asih bagi 2.000 santri penghafal Al-Qur’an juga telah disalurkan, dengan nominal Rp1 juta per penerima. Program ini dipastikan tetap berjalan pada 2026 dengan jumlah penerima yang sama.

Untuk beasiswa santri dan pengasuh pesantren, program mulai dijalankan pada awal 2026 dan kini memasuki tahap pendaftaran serta seleksi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) guna melakukan proses seleksi calon penerima.

Pada 2026, anggaran sebesar Rp6,8 miliar disiapkan untuk 90 penerima beasiswa, terdiri dari 24 orang untuk pendidikan dalam negeri dan 66 orang untuk luar negeri. Program ini mencakup jenjang vokasi, S1, S2, hingga S3 dengan target kelulusan empat tahun akademik.

Ketua Tim Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Republik Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Ali Ansori, menjelaskan bahwa penyaluran insentif guru agama dan bisyaroh santri dilakukan melalui skema hibah.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi moral dan pendidikan masyarakat pesantren. Meski diakui masih terdapat keterbatasan anggaran, insentif tetap diupayakan agar dapat menjangkau penerima secara merata.

Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan, perhatian terhadap pesantren kini semakin kuat di berbagai tingkatan pemerintahan. Ia menilai program ini menjadi bukti nyata kehadiran Pemprov Jateng bagi guru agama, penghafal Al-Qur’an, santri, dan pengasuh pesantren.

Salah satu penerima manfaat, Wafiq Salma, santriwati Ponpes Manba’ul Hikmah Kaliwungu Kendal, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. (*)

LAINNYA
x