Program “Satu OPD Satu Desa Dampingan” Pemprov Jateng Raih Apresiasi dari Kepala Desa

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 10:39 9 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat respons positif dari sejumlah kepala desa karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Kepala Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Kusno, menyampaikan apresiasi kepada Biro Umum Pemprov Jateng atas pembinaan yang diberikan selama 2025. Program ini menghadirkan berbagai bantuan, mulai dari perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 30 unit dengan nilai Rp20 juta per unit, bantuan sembako, bibit ikan, hingga program pemberdayaan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya. Bantuan ini sangat meringankan beban warga,” kata Kusno di Balai Desa Kediri, Kamis (12/2/2026).

Kusno menambahkan, desanya masih membutuhkan dukungan pembangunan di sejumlah bidang, seperti infrastruktur jalan dan jembatan, pengelolaan sampah, hingga jambanisasi. Ia menekankan bahwa meski beberapa masalah telah tertangani berkat pendampingan Biro Umum Pemprov Jateng, perhatian lanjutan tetap dibutuhkan.

Sebelumnya, Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa setiap OPD di Pemprov Jateng wajib melanjutkan program ini. Melalui “Satu OPD, Satu Desa Dampingan”, setiap OPD bertanggung jawab melakukan pendampingan desa-desa di wilayah Jawa Tengah.

Program ini telah berjalan sejak lima tahun lalu, sejak periode pertama Taj Yasin menjabat sebagai Wakil Gubernur, dan dinilai efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Program tahunan difokuskan secara bertahap pada pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi desa.

“Setiap tahun kami akan mengarahkan, mengajak, serta mengevaluasi program ‘Satu OPD, Satu Desa Dampingan’ agar tepat sasaran dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Taj Yasin.

Sejak 2019, program ini telah menjangkau 452 desa di Jawa Tengah, mencakup perbaikan RTLH, sanitasi, serta pemberdayaan UMKM dan desa ekspor. Pada 2026, Pemprov Jateng menargetkan pendampingan di 76 desa di 16 kabupaten. (*)

LAINNYA