Retakan Lima Meter Belah Jalan Jangli, 15 Rumah Terdampak

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 12:35 7 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendatangi langsung lokasi pergerakan tanah di RT 7 RW 1, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Rabu (11/2) sore. Kehadirannya untuk melihat secara dekat dampak kerusakan yang dialami warga.

Peristiwa tersebut berdampak pada 15 rumah. Dua di antaranya terpaksa diratakan karena mengalami kerusakan berat dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu.

Di hadapan warga, Agustina menegaskan bahwa kejadian tanah bergerak bukan hal baru bagi Kota Semarang. Ia mengingatkan, kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah Jomblang.

Soal relokasi, menurutnya, masih perlu pembahasan matang. Tidak semua warga sepakat untuk pindah. “Ada yang bersedia direlokasi, ada yang ingin tetap bertahan. Nanti akan kami data dulu untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Pemkot, lanjut dia, sebenarnya telah menyiapkan beberapa opsi lokasi. Namun dalam waktu dekat, fokus utama adalah keselamatan warga terdampak.

“Anak-anak harus tetap bisa sekolah. Untuk sementara, saya sarankan yang memungkinkan bisa mengungsi dulu ke rumah keluarga,” katanya.

Ia juga menginstruksikan camat dan lurah agar meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memasang pengeras suara sebagai sistem peringatan dini, mengingat kawasan tersebut belum bisa sepenuhnya ditinggalkan.

Terkait kebutuhan anggaran, baik untuk relokasi maupun penanganan darurat, Pemkot masih melakukan pembahasan lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua RT 7 RW 1 Jangli, Joko Sudaryono, menyebut warga bahu-membahu membongkar rumah yang dinilai membahayakan demi menyelamatkan material yang masih bisa digunakan.

“Total 15 rumah terdampak. Hari ini dua rumah dengan kondisi paling parah dibongkar, milik Bapak Slamet Riyadi dan Bapak Budi Darminto. Sebelumnya satu rumah milik Bapak Supriadi sudah roboh lebih dulu,” terangnya.

Selain itu, rumah milik Supardi juga mengalami pergeseran signifikan sehingga harus segera dikosongkan.

Warga yang rumahnya masih relatif aman memilih bertahan dengan meningkatkan kewaspadaan. Ronda malam dan pemantauan rutin diberlakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Untuk rumah yang berisiko tinggi, kami minta pemiliknya lebih berhati-hati. BPBD juga sudah mendirikan tenda pengungsian bagi warga yang membutuhkan,” katanya.

Pergerakan tanah di Jalan Jangli dilaporkan terus bertambah. Dalam semalam, tanah bergeser sekitar dua meter. Retakan pun melebar hingga kurang lebih lima meter, membuat akses jalan tidak lagi bisa dilalui kendaraan, bahkan sepeda motor.

“Radius terdampak sekitar 70 meter dan masih berada di wilayah RT 7 RW 1,” tambahnya.

Warga berharap solusi relokasi dapat direalisasikan di lokasi yang lebih aman namun tidak jauh dari tempat tinggal mereka saat ini. Menurut Joko, masih ada lahan di sekitar area tersebut yang memungkinkan untuk menampung sekitar 15 rumah, meski kapasitasnya terbatas. (*)

LAINNYA