
RS Apung Laksamana Malahayati Tinggalkan Semarang, Layani Ratusan Warga Selama MudikNALARMEDIA.COM – Dengan suasana haru, keberangkatan Kapal Laksamana Malahayati dari Kota Semarang resmi dilepas setelah hampir dua pekan memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, mengatakan kapal yang dioperasikan sebagai rumah sakit apung ini merupakan bentuk nyata kehadiran partai di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan sulit mengakses layanan kesehatan.


“Dengan berat hati kami melepas kapal Laksamana Malahayati, kebanggaan PDI Perjuangan. Kapal ini hadir untuk menjangkau masyarakat di pelosok yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Endro, yang juga anggota DPRD Jawa Tengah.
Selama berada di Semarang, kapal tersebut dimanfaatkan ratusan warga, baik masyarakat lokal maupun pemudik, untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Momentum arus mudik Lebaran dimaksimalkan dengan membuka layanan di posko yang berada dekat titik kedatangan bus dan jalur pemudik.

“Banyak pemudik yang singgah untuk istirahat sekaligus cek kesehatan seperti gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Warga sekitar, terutama lansia, juga sangat terbantu dengan layanan ini,” jelasnya.
Selain layanan kesehatan, kapal Laksamana Malahayati juga disiapkan sebagai respon cepat dalam situasi bencana alam, sehingga dapat segera diterjunkan ke wilayah terdampak.
Setelah meninggalkan Semarang, kapal dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Jepara dan Tegal, serta daerah pesisir lainnya yang masih membutuhkan layanan kesehatan. Operasionalnya akan terus berkeliling menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan sekitar 20 hingga 25 relawan setiap hari dari jajaran partai yang bertugas secara bergantian. Sementara itu, kru kapal terdiri dari tenaga medis dan teknis yang berjumlah lebih dari 20 orang.
“Ini bagian dari komitmen kami sebagai partai wong cilik untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Banyak testimoni yang kami terima, semuanya menunjukkan manfaat nyata dari layanan ini,” ungkapnya.
Ke depan, meski tanpa kehadiran kapal, DPC PDI Perjuangan Kota Semarang memastikan pelayanan tetap berjalan melalui pembentukan posko pelayanan dan advokasi di setiap kecamatan.
“Posko ini akan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, baik dalam pelayanan sosial maupun pendampingan hukum,” pungkasnya. (*)
