Rumah Terendam Rob, Warga Demak Ini Terharu Dapat Bantuan RTLH dari Taj Yasin

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Mar 2026 10:57 14 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Untuk masuk ke rumah Noryatin (58), siapa pun harus merunduk cukup dalam. Hal itu bukan sekadar bentuk kesopanan, melainkan karena jarak antara atap rumah dan permukaan jalan hanya sekitar satu meter.

Rumah tersebut berada di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Kondisi tersebut telah dijalani Noryatin bersama keluarganya selama bertahun-tahun karena mereka belum mampu memperbaiki rumahnya.

Situasi semakin berat setelah suaminya kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masa pandemi Covid-19.

Selama tiga tahun terakhir, keluarga tersebut harus hidup berdampingan dengan genangan air rob yang kerap masuk ke dalam rumah mereka. Hunian berukuran sekitar 5×12 meter itu sering terendam saat air pasang naik.

Agar ruang tamu dan kamar tetap kering, Noryatin terpaksa menyalakan mesin pompa air selama 24 jam tanpa henti.

“Pompa nyala terus 24 jam. Kalau airnya besar, pakai mesin yang lebih gede lagi. Pintu masuk juga saya bendung pakai papan, dan tumpukan bata hebel,” tutur Noryatin, Kamis, 12 Maret 2026.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, air masih kerap merembes melalui sela-sela lantai dan dinding rumah. Kondisi tersebut juga berdampak pada kesehatan keluarga, seperti meningkatnya jumlah nyamuk dan munculnya rasa gatal pada kulit akibat kelembapan yang tinggi.

“Nyamuknya banyak, gatal,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Noryatin mengaku merasa lega setelah rumahnya dikunjungi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Kunjungan pria yang akrab disapa Gus Yasin itu tidak hanya untuk melihat kondisi rumah, tetapi juga membawa bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp20 juta.

Mendapatkan bantuan tersebut, Noryatin tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku bersyukur karena bantuan itu dapat digunakan untuk meninggikan rumahnya agar tidak lagi terendam rob.

“Senang sekali, terharu. Rencananya uang ini untuk beli hebel dan meninggikan rumah. Terima kasih Gus Yasin,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gus Yasin menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan langkah cepat agar keluarga Noryatin dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan sehat.

Ia juga mengajak warga sekitar untuk bergotong royong membantu proses renovasi rumah tersebut.

“Rencananya kita naikkan bangunannya secara langsung karena kalau rumah apung tidak memungkinkan di lokasi ini. Kita naikkan supaya lebih tinggi dari rob,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan upaya pemerintah dalam menangani persoalan rob di wilayah pesisir Jawa Tengah.

Salah satu rencana yang sedang dibahas adalah pembangunan tanggul laut atau giant sea wall yang membentang dari Jepara hingga Kendal. Selain itu, pemerintah juga mulai menyiapkan pembangunan hybrid sea wall sebagai tanggul penahan rob.

Di sisi lain, Gus Yasin turut menyoroti persoalan sampah yang sering menumpuk di kawasan terdampak rob dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Ia mendorong adanya pengadaan alat pemusnah sampah di tingkat RT melalui kolaborasi dengan inovasi dari perguruan tinggi.

“Coba kita nanti dorong per RT, kalau lihat kawasannya untuk dikumpulkan, dibawa keluar, rasa-rasanya susah. Jadi memang harusnya per RT langsung memiliki pembakaran masing-masing,” pungkasnya. (*)

LAINNYA
x