Sekda Jateng Terjun Langsung dalam Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Jan 2026 14:27 34 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu. Sumarno bergabung bersama ratusan personel Search and Rescue (SAR) gabungan dari basecamp pendakian Mongkrang, Rabu (28/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sumarno menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat seluruh personel SAR serta relawan yang terlibat dalam upaya pencarian. Ia menilai, meski dihadapkan pada medan berat dan cuaca ekstrem, semangat kemanusiaan para petugas tetap terjaga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan relawan yang telah berhari-hari melakukan pencarian secara maksimal.

Sumarno menegaskan, kehadirannya di lokasi merupakan bagian dari tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mengingat kawasan Bukit Mongkrang berada dalam pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah serta korban merupakan warga Jawa Tengah.

Ia menambahkan, berdasarkan evaluasi sementara, terdapat sejumlah indikasi yang terus ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Namun demikian, kondisi cuaca ekstrem masih menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan proses pencarian.

Hujan disertai angin kencang di area puncak, menurutnya, menyebabkan sejumlah peralatan seperti drone dan tim vertical rescue belum dapat dimaksimalkan.

Meski begitu, optimisme tetap dijaga. Sumarno menyebut masih terdapat sejumlah petunjuk yang memberikan harapan, sehingga operasi pencarian diputuskan untuk kembali diperpanjang selama tiga hari ke depan.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surakarta, Kamal, menjelaskan bahwa pada hari ke-10 pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai metode, mulai dari penyisiran darat, penggunaan anjing pelacak (K9), hingga operasi vertical rescue.

Ia menyebut, sekitar 350 personel dari kurang lebih 50 organisasi terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Kamal mengakui, cuaca ekstrem menjadi tantangan serius, dengan kondisi vegetasi lebat, kabut tebal, serta angin kencang yang membatasi jarak pandang di lapangan.

Meski dihadapkan pada kondisi medan yang licin, menanjak, serta cuaca yang tidak bersahabat, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel. (*)

LAINNYA