Sidak Pasar di Sragen, Gubernur Jateng Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Mar 2026 14:33 22 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM — Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok penting tetap terjaga.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bunder, Kabupaten Sragen, pada Rabu, 18 Maret 2026, guna memastikan harga tetap terkendali dan pasokan aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Luthfi didampingi sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Lebaran.

Dari hasil pantauan, aktivitas di Pasar Bunder terlihat ramai dengan meningkatnya transaksi jual beli. Masyarakat mulai memadati lapak pedagang untuk memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.

Di sela kegiatan, Luthfi berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk mengetahui harga komoditas serta memastikan ketersediaan barang di pasar tetap aman. Ia juga sempat membeli sejumlah dagangan pedagang dan membagikannya kepada warga sekitar.

Menurutnya, pemantauan harga tidak hanya dilakukan melalui aplikasi, tetapi juga perlu pengecekan langsung di lapangan, terutama menjelang hari-hari terakhir sebelum Lebaran.

Ia menjelaskan bahwa stabilitas pangan ditentukan oleh dua faktor utama, yakni ketersediaan barang dan keterjangkauan harga. Keduanya, kata dia, masih dalam kondisi baik meskipun terdapat kenaikan harga yang dinilai wajar akibat meningkatnya permintaan.

Beberapa komoditas menunjukkan tren harga yang mulai menurun, seperti cabai rawit yang kini berada di kisaran Rp70.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat mendekati Rp100.000. Sementara harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram dan masih tergolong normal.

Untuk komoditas beras, harga terpantau stabil dan berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan bertahap akibat faktor distribusi dan meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Secara umum, tidak ditemukan lonjakan harga yang signifikan dan pasokan bahan pokok dinyatakan aman.

Luthfi menegaskan, pemerintah akan segera melakukan intervensi apabila terjadi kenaikan harga di pasar tertentu melalui dinas terkait maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Julie Emmy, menyampaikan bahwa harga komoditas penyumbang inflasi relatif stabil, termasuk cabai rawit merah yang mengalami penurunan harga.

Ia juga memastikan ketersediaan beras, baik premium maupun medium, dalam kondisi aman, serta pasokan minyak goreng Minyakita terus tersedia melalui distribusi Bulog.

Upaya pengendalian harga dilakukan tidak hanya melalui pemantauan digital, tetapi juga melalui pengecekan langsung di lapangan serta intervensi pasar oleh PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) dan program Gerakan Pangan Murah.

Direktur JTAB, Totok Siswanto, menambahkan bahwa pemantauan harga dilakukan setiap hari di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk menentukan langkah intervensi yang tepat apabila terjadi lonjakan harga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus memperkuat pengawasan harga, distribusi, serta intervensi pasar guna menjaga stabilitas dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi menjelang Lebaran. (*)

LAINNYA
x