Sigap Tangani Bencana Gerak Tanah di Tegal, Gubernur Jawa Tengah Salurkan Bantuan Rp210 Juta

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Feb 2026 14:24 14 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak cepat merespons bencana gerak tanah yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan bantuan sebesar Rp210 juta guna mempercepat penanganan pascabencana di wilayah terdampak.

Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah disalurkan ke lokasi bencana setelah menerima laporan dari Bupati Tegal. Ia memastikan dukungan pemerintah provinsi sudah berada di lapangan untuk membantu warga terdampak. Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri acara Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Rabu (4/2/2026).

Gubernur menegaskan, koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terus dilakukan secara intensif melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Selain itu, Bupati Tegal Ischak Maulana secara rutin melaporkan perkembangan kondisi di lapangan.

Menurutnya, pemerintah juga melakukan pengecekan langsung untuk menentukan langkah lanjutan, apakah penanganan akan difokuskan pada relokasi warga atau perbaikan permukiman. Keputusan tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui rapat koordinasi, dengan prinsip utama memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terpenuhi.

Sebagai informasi, bencana gerak tanah di Desa Padasari mulai terjadi sejak Minggu (1/2/2026) dan mencapai puncaknya pada Senin (2/2/2026). Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.

Dampak bencana cukup signifikan dengan total 104 rumah warga mengalami kerusakan, sekitar 80 di antaranya rusak berat hingga roboh. Bencana ini berdampak pada 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa. Sebanyak 17 warga dari lima keluarga terpaksa mengungsi dan menempati SD Negeri Padasari 01.

Selain permukiman warga, sejumlah infrastruktur desa juga terdampak, mulai dari jalan desa dan jalan kabupaten, jembatan, bendung irigasi, hingga fasilitas pendidikan, keagamaan, dan kesehatan, termasuk Pondok Pesantren Al-Adalah. Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak cepat merespons bencana gerak tanah yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan bantuan sebesar Rp210 juta guna mempercepat penanganan pascabencana di wilayah terdampak.

Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah disalurkan ke lokasi bencana setelah menerima laporan dari Bupati Tegal. Ia memastikan dukungan pemerintah provinsi sudah berada di lapangan untuk membantu warga terdampak. Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri acara Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Rabu (4/2/2026).

Gubernur menegaskan, koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terus dilakukan secara intensif melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Selain itu, Bupati Tegal Ischak Maulana secara rutin melaporkan perkembangan kondisi di lapangan.

Menurutnya, pemerintah juga melakukan pengecekan langsung untuk menentukan langkah lanjutan, apakah penanganan akan difokuskan pada relokasi warga atau perbaikan permukiman. Keputusan tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui rapat koordinasi, dengan prinsip utama memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terpenuhi.

Sebagai informasi, bencana gerak tanah di Desa Padasari mulai terjadi sejak Minggu (1/2/2026) dan mencapai puncaknya pada Senin (2/2/2026). Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.

Dampak bencana cukup signifikan dengan total 104 rumah warga mengalami kerusakan, sekitar 80 di antaranya rusak berat hingga roboh. Bencana ini berdampak pada 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa. Sebanyak 17 warga dari lima keluarga terpaksa mengungsi dan menempati SD Negeri Padasari 01.

Selain permukiman warga, sejumlah infrastruktur desa juga terdampak, mulai dari jalan desa dan jalan kabupaten, jembatan, bendung irigasi, hingga fasilitas pendidikan, keagamaan, dan kesehatan, termasuk Pondok Pesantren Al-Adalah. Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. (*)

LAINNYA