Temui Pengungsi Tanah Gerak Tegal, Ahmad Luthfi Segera Siapkan Hunian Sementara

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 08:05 22 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga pemulihan jangka panjang, termasuk relokasi warga ke hunian yang aman dan layak. Ia menginstruksikan agar hunian sementara bagi warga terdampak segera disiapkan.

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat memimpin rapat koordinasi darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait di Posko Terpadu Kesehatan, Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Rabu (4/2/2026).

Gubernur meminta seluruh unsur terkait tetap siaga dan melakukan langkah antisipatif untuk mencegah potensi bencana susulan. Menurutnya, penanganan tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus dirancang secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan warga terdampak, mulai dari hunian sementara hingga hunian tetap, harus dipastikan sepenuhnya oleh pemerintah. Selain tempat tinggal, kebutuhan dasar seperti dapur umum, layanan pendidikan, dan kebutuhan sosial lainnya juga harus terpenuhi.

Di bidang infrastruktur, Ahmad Luthfi meminta percepatan perbaikan jalan dan jembatan yang terdampak bencana melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tegal. Infrastruktur vital dinilai harus segera dipulihkan untuk mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat.

Gubernur juga menyoroti pentingnya pemulihan sosial jangka panjang, mengingat ratusan rumah warga dilaporkan tidak lagi memungkinkan untuk dibangun kembali di lokasi semula. Oleh karena itu, pendataan warga yang akan direlokasi diminta dilakukan secara detail dan berkelanjutan agar tidak ada masyarakat yang terabaikan pascabencana.

Hunian sementara, lanjutnya, harus diproyeksikan sebagai tahapan menuju hunian tetap dengan fasilitas umum yang memadai. Terkait pembangunan hunian tetap, gubernur meminta pemerintah daerah menyiapkan lokasi dengan dasar hukum yang jelas, sementara pemerintah provinsi akan mendukung proses pembangunannya.

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan bahwa hingga Rabu sore, pergerakan tanah masih bersifat dinamis dan berdampak pada ratusan rumah warga. Berdasarkan data sementara, sekitar 250 rumah terdampak dan 804 jiwa terpaksa mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari serta mengaktifkan Posko Komando. Selama masa tersebut, penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, termasuk logistik, layanan kesehatan, serta operasional dapur umum dengan kapasitas sekitar 1.050 porsi setiap kali makan.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, unsur TNI dan Polri, Basarnas, BPBD, serta perangkat daerah terkait dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tegal. (*)

LAINNYA