Tinjau Kampung Nelayan Terendam Rob, Taj Yasin Siapkan Percepatan Pembangunan Dermaga Apung

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Mar 2026 10:50 12 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Genangan air pasang laut atau rob yang sering melanda kampung nelayan di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, menarik perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Taj Yasin turun langsung meninjau situasi para nelayan di wilayah itu pada Kamis, 12 Maret 2026.

Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Yasin ini membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini harus bertahan menghadapi rob yang kerap menggenangi kawasan mereka.

Setelah melihat kondisi di lapangan, Gus Yasin menegaskan bahwa upaya normalisasi aliran sungai serta perbaikan infrastruktur dermaga menjadi langkah prioritas yang perlu segera dilakukan. Ia menyampaikan bahwa anggaran untuk pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) apung dan dermaga apung sebenarnya telah tersedia.

“Untuk TPI apung atau dermaga apung sebenarnya sudah ada anggarannya, tinggal kita dorong percepatannya,” kata Taj Yasin.

Meski demikian, ia menilai perlu adanya langkah cepat dari pemerintah desa agar proses lelang hingga pelaksanaan pembangunan dapat segera berjalan melalui APBD.

Menurutnya, percepatan pengajuan dari tingkat desa sangat penting agar program bantuan pemerintah tidak terhambat pada proses administrasi, tetapi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh para nelayan.

“Saya minta dari desa ada percepatan usulan, supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) kita segera lelang dan pengerjaannya bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi dermaga di Desa Purworejo saat ini dinilai cukup memprihatinkan. Kepala Desa Purworejo, Rifqi Salafudin, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 wilayah tersebut bahkan sempat terendam rob hingga 100 persen.

Meski pada tahun 2025 telah dilakukan pengurukan, saat air pasang datang dermaga masih terendam hingga setinggi satu meter.

“Sekarang masih sekitar 50 persen. Kalau air pasang bisa tenggelam sampai satu meter,” jelasnya.

Kondisi tersebut berdampak besar pada aktivitas ekonomi warga. Para nelayan mengalami kesulitan menyalurkan hasil tangkapan ke Tempat Pelelangan Ikan karena akses kendaraan pengangkut sering terhambat oleh genangan air.

Karena itu, masyarakat menaruh harapan besar pada rencana pembangunan dermaga apung yang rencananya mulai disosialisasikan pada esok hari.

Namun demikian, Rifqi juga mengingatkan pemerintah provinsi agar pembangunan tersebut tetap memperhatikan keberadaan daratan di wilayah desa.

Menurutnya, konsep dermaga apung seharusnya tetap diiringi dengan perlindungan akses darat, sehingga kendaraan roda empat masih dapat masuk untuk mengangkut hasil tangkapan nelayan.

“Kita mau tahu teknisnya secara detail dulu, harusnya itu kan mempertahankan daratan. Jangan sampai hanya apung saja yang dibangun tetapi daratannya semakin hilang,” ujarnya.

Ia berharap rencana pembangunan tersebut tidak berhenti sebatas wacana, melainkan benar-benar menjadi solusi nyata untuk menjaga keberlangsungan daratan desa yang semakin tergerus oleh rob. (*)

LAINNYA
x