Tinjau Langsung Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Jamin SPMB Jateng 2026 Berjalan Lancar

waktu baca 3 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 16:08 22 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri untuk tahun ajaran 2026/2027. Ia mengunjungi Posko SPMB di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah serta SMA Negeri 3 Kota Semarang pada Sabtu, 13 Juni 2026. Luthfi memastikan seluruh tahapan pendaftaran sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

Selama peninjauan di Kantor Dinas Pendidikan beserta cabang dinasnya, Luthfi menemukan bahwa sebagian besar calon siswa dan orang tua hanya mengalami sedikit kebingungan terkait penggunaan aplikasi pendaftaran. Namun, petugas di lapangan langsung bergerak cepat membantu dan memberikan edukasi teknis untuk mengatasi masalah tersebut.

“Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya,” jelas Luthfi disela pantauan.

Gubernur sangat mengapresiasi dedikasi para petugas SPMB yang terus memberikan pelayanan prima. Walaupun hari Sabtu merupakan hari libur bagi perkantoran, mereka tetap bersiaga memantau sistem. Situasi serupa juga Luthfi temukan di SMAN 3 Semarang, di mana para guru tetap sigap di sekolah untuk melayani kebutuhan masyarakat terkait pendaftaran siswa baru.

“Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di akan datang,” kata Luthfi.

Untuk menjaga kualitas dan integritas penerimaan siswa baru, Luthfi kembali menggaungkan prinsip “No Titip-titip, No Jastip” pada SPMB 2026. Ia menginstruksikan seluruh panitia dan petugas untuk bekerja secara profesional, sehingga setiap anak memiliki peluang dan hak yang sama secara adil.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menetapkan aturan jalur dan kuota secara transparan sejak awal. Calon siswa SMA Negeri bisa mendaftar melalui jalur domisili (33%), afirmasi (32%), prestasi (30%), dan mutasi (5%). Sementara itu, pendaftar SMK Negeri dapat bersaing lewat jalur prestasi (75%), afirmasi (15%), serta domisili (5%).

“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orangtua/wali murid dengan jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” katanya saat menyapa petugas SPMB di Kantor Cabang Dimas Pendidikan secara daring.

Di sisi infrastruktur teknologi, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, memaparkan bahwa instansinya telah memperkuat sistem SPMB tahun ini. Mereka menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jateng bersama perusahaan teknologi Alibaba untuk mengoptimalkan keandalan server.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mencegah server down saat akses melonjak. Tim teknis menerapkan teknologi auto-scaling pada cloud server, yang secara otomatis akan meningkatkan kapasitas server menyesuaikan dengan tingginya jumlah pendaftar.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, Pemprov Jateng juga menyiapkan skema backup multi-zone. Apabila pusat data utama mengalami gangguan teknis, sistem cadangan dari lokasi berbeda akan langsung beroperasi sehingga proses pendaftaran tidak akan terhenti.

Terkait privasi, Sadimin menegaskan komitmennya dalam melindungi data pribadi para pendaftar dari berbagai ancaman siber. Tim IT telah memperkuat sistem keamanan menggunakan verifikasi dan proteksi berbasis cloud yang canggih.

“Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa, dari risiko kebocoran data maupun serangan siber,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA