Truk Tabrak Sejumlah Kendaraan di Silayur, Tiga Orang Luka

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Apr 2026 11:41 3 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Kecelakaan kembali terjadi di turunan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026) pagi. Sebuah truk tronton/kontainer diduga mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu melibatkan beberapa kendaraan, termasuk mobil pribadi dan sepeda motor. Benturan keras tak terhindarkan saat truk melaju dari arah atas Silayur dan kehilangan kendali di jalur menurun yang dikenal rawan kecelakaan tersebut.

Berdasarkan rangkuman dari sejumlah laporan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga orang dilaporkan mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menegaskan pihaknya sebenarnya telah melakukan upaya pencegahan sebelum kejadian berlangsung, termasuk penyekatan kendaraan berat di kawasan Bundaran BSB.

“Pagi tadi sudah kami halau di bundaran BSB untuk kendaraan sumbu tiga. Kemudian kami tindaklanjuti dengan penutupan portal saat jam larangan,” ujar Danang, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton dilarang melintasi Jalan Prof. Hamka pada jam tertentu, kecuali pada rentang waktu yang telah ditentukan, yakni malam hingga dini hari.

Namun demikian, Danang mengakui bahwa di lapangan masih ditemukan pelanggaran oleh pengemudi truk.

“Petugas sudah melakukan penyekatan kendaraan sumbu tiga yang hendak turun sebelum jam yang ditentukan, tapi masih ada yang nekat menerobos,” tegasnya.

Pasca kejadian ini, Dishub Kota Semarang memastikan akan melakukan pengetatan pengawasan, khususnya terhadap kendaraan berat yang melintas di jalur Silayur.

Kecelakaan ini kembali menambah daftar panjang insiden di turunan Silayur yang kerap melibatkan truk bermuatan berat. Selain faktor teknis seperti rem blong, kondisi jalan yang curam serta kelalaian pengemudi dinilai menjadi kombinasi berbahaya yang terus berulang.

Warga pun berharap ada langkah tegas dan permanen dari pemerintah agar jalur tersebut tidak kembali memakan korban di masa mendatang. (*)

LAINNYA