Turunkan Kemiskinan ke 9,39 Persen, Luthfi Andalkan Sektor Pendidikan

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 19:45 12 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi instrumen strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Hal itu disampaikan Luthfi saat pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi kepala sekolah serta pejabat fungsional PNS dan PPPK di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (3/3).

“Pendidikan berperan meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing,” ujarnya.

Ia menyebut, upaya penguatan sektor pendidikan sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menurunkan angka kemiskinan. Berdasarkan data per September 2025, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah tercatat 9,39 persen atau sekitar 3,34 juta jiwa, turun dibanding sebelumnya sebesar 9,58 persen.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penataan pejabat pada 645 satuan pendidikan tingkat SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri melalui rotasi dan promosi jabatan. Secara simbolis, SK diserahkan kepada 164 kepala sekolah yang hadir langsung, terdiri atas 43 rotasi dan 121 promosi. Sementara kepala sekolah lainnya mengikuti secara daring.

Selain itu, turut dilantik 17 pejabat fungsional PNS serta 3.018 PPPK, yang sebagian mengikuti kegiatan secara luring dan selebihnya daring.

Luthfi berpesan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta menjunjung tinggi integritas. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan menjauhi gaya hidup berlebihan.

“Kepala sekolah dan guru harus menjadi teladan bagi siswa, mencerminkan akhlak, karakter, dan budi pekerti yang baik,” tegasnya.

Salah satu kepala sekolah yang baru dilantik, Berti Sagendra, menyatakan kesiapannya memimpin SMKN 6 Kota Semarang. Ia menekankan pentingnya penguatan link and match antara sekolah dan dunia industri guna menjamin kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Menurutnya, SMK memiliki tantangan besar dalam menyiapkan siswa agar mampu berwirausaha, bekerja, maupun melanjutkan pendidikan.

Hal serupa disampaikan Agus Nugroho, guru PPPK di SMKN 1 Boyolali, yang mengaku bersyukur setelah belasan tahun mengabdi sebagai honorer akhirnya resmi diangkat menjadi PPPK melalui formasi 2025.

Ia menyebut status PPPK yang diterimanya menjadi tanggung jawab moral untuk terus mengabdi secara tulus dalam dunia pendidikan.

“Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Yang penting terus semangat dan mengabdi dengan ikhlas,” ujarnya.

Dengan penguatan sektor pendidikan serta penataan sumber daya pendidik, Pemprov Jawa Tengah optimistis kualitas SDM terus meningkat dan berkontribusi pada percepatan pengentasan kemiskinan di daerah. (*)

LAINNYA
x