Upaya Pemprov Jateng Jaga Ketahanan Pangan Menjelang Lebaran

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 10:07 14 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga ketahanan pangan menjelang Lebaran 2026.

Berbagai upaya dilakukan mulai dari operasi pasar, gerakan pangan murah, hingga penyaluran subsidi distribusi bahan pokok penting. Intervensi tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

“Bahan pokok penting ini sangat krusial. Beras kita surplus, beberapa komoditas juga surplus. Untuk harga saat ini yang terpantau naik adalah cabai, kita sudah siapkan langkah intervensi dan penetrasi harga,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja Reses Komisi VI DPR RI masa persidangan III tahun sidang 2025–2026 di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Jumat, 6 Maret 2026.

Pertemuan tersebut membahas kesiapan Jawa Tengah dalam menghadapi perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, terutama terkait ketahanan pangan dan kesiapan pelayanan publik di sektor perbankan.

Luthfi menjelaskan, pemetaan secara menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan kesiapan Jawa Tengah menghadapi arus mudik dan perayaan Idulfitri. Hal itu mencakup kesiapan sarana dan prasarana, ketahanan pangan, hingga penguatan pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk ketersediaan pasokan energi.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan, kesiapan ketahanan pangan dan layanan perbankan menjadi aspek penting dalam menghadapi mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran. Karena itu, dalam kegiatan reses tersebut turut dihadirkan Bulog, ID Food, serta bank-bank Himbara seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.

“Kami ingin mendengar tentang ketahanan pangan serta persiapan berbagai komoditas untuk masyarakat, ini kaitannya dengan harga bahan pokok penting yang wajar. Untuk perbankan tentu kesiapan terkait likuiditas selama hari raya idulfitri, jangan sampai masyarakat kesulitan,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan menyampaikan bahwa sebagian besar barang kebutuhan pokok relatif aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan, termasuk selama Idulfitri. Namun, masih terdapat komoditas yang pasokannya berada di bawah kondisi normal sehingga memicu kenaikan harga, yakni cabai rawit merah.

“Harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah sangat bagus, tidak ada yang melebihi dari HET, hanya satu yaitu cabai rawit merah. Terima kasih Pak Gubernur telah menjaga harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah yang sangat kondusif,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, telah ada komitmen untuk mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. Langkah tersebut dilakukan menyusul informasi dari BMKG mengenai anomali cuaca dengan curah hujan tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret 2026.

“Komitmen ini sudah dilakukan sejak rapat koordinasi pada akhir Januari lalu,” katanya. (*)

LAINNYA
x