Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Ajak Warga Perkuat Harmoni di Momentum Imlek–Ramadhan

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 11:26 8 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 memiliki makna khusus karena waktunya hampir bersamaan dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Kedekatan dua momen besar ini menghadirkan nuansa unik, di mana tradisi masyarakat Tionghoa dan umat Muslim berlangsung dalam waktu yang berdekatan di ruang kota yang sama.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, pada Selasa (10/2). Ia menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi warga Kota Semarang dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang tahun ini memasuki Shio Kuda Api.

Menurutnya, tahun Kuda diharapkan membawa keberuntungan, kesejahteraan, serta peningkatan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Kota Semarang.

Agustina menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga cerminan Semarang sebagai kota yang menjadi rumah bersama bagi beragam latar belakang masyarakat. Ia mengapresiasi momen silaturahmi lintas agama, suku, dan komunitas yang memperkuat semangat kebersamaan demi mewujudkan Semarang yang damai.

Ia juga menilai kedekatan Imlek dan Ramadhan sebagai kesempatan penting untuk semakin meneguhkan nilai toleransi. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen mengemas kedua perayaan tersebut agar menjadi simbol harmonisasi antarwarga.

Menurutnya, masyarakat nantinya akan menyaksikan simbol-simbol budaya Imlek dan Ramadhan hadir berdampingan dalam berbagai rangkaian kegiatan kota.

Semarang sendiri dikenal memiliki tradisi tahunan yang selalu dinanti. Pada perayaan Imlek, kawasan Sam Poo Kong akan menjadi pusat kemeriahan melalui agenda Imlek Vaganza yang digelar pada 14–17 Februari 2026.

Sementara menjelang Ramadhan, masyarakat juga akan menyambut tradisi Dugderan, karnaval budaya yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota serta pembacaan suhuf halaqoh sebagai penanda datangnya bulan suci. Dugderan tahun ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026.

Agustina menyebut rangkaian agenda budaya yang berlangsung berurutan ini akan menjadi sumber kegembiraan bersama bagi siapa pun yang berada di Semarang. Ia optimistis suasana kota akan terasa semakin meriah dan membahagiakan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Melalui momentum berdekatannya Imlek dan Ramadhan, Pemkot Semarang berharap nilai harmoni, toleransi, dan persaudaraan antarwarga semakin kokoh, sehingga Semarang terus tumbuh sebagai kota yang damai, inklusif, dan penuh kebersamaan. (*)

LAINNYA