
Zulhas Apresiasi Soliditas Jateng Dukung Program Strategis PemerintahNALARMEDIA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai Jawa Tengah sebagai indikator penting keberhasilan berbagai program strategis nasional. Menurutnya, apabila pelaksanaan program di provinsi tersebut berjalan optimal, maka dampaknya akan berpengaruh secara nasional.
“Biasanya kalau Jawa Tengah sukses, Indonesia juga ikut sukses. Kuncinya Indonesia itu ada di Jawa Tengah,” ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3).


Zulkifli mengapresiasi soliditas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama para bupati dan wali kota dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya di sektor pangan dan penguatan ekonomi rakyat.
Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, melainkan juga strategi besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Secara nasional, MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat tahun ini. Menurutnya, kebutuhan tersebut akan berdampak langsung pada sektor produksi pangan.
“Jika satu anak makan satu telur setiap hari, berarti dibutuhkan 82,9 juta telur per hari. Artinya peternak dan petani ikut bergerak. Inilah gerakan ekonomi rakyat,” katanya.
Zulkifli juga mendorong agar pelaksanaan MBG terintegrasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, BUMDes, serta pelaku UMKM, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dimulai dari desa.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan komitmen penuh Jawa Tengah dalam menyukseskan program prioritas nasional.
“MBG bukan sekadar pemberian makanan bergizi, tetapi investasi strategis dalam membangun SDM sekaligus mendorong perekonomian di 35 kabupaten/kota,” tegasnya.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Tengah juga siap mendukung keberlanjutan program melalui peningkatan produksi serta perlindungan lahan pertanian agar ketahanan pangan tetap terjaga. (*)
