Andien Bangun Sekolah Gratis Kelima dari Royalti Lagu

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 01:15 25 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Musisi Andien Aisyah kembali memperluas gerakan sosial di bidang pendidikan melalui peresmian cabang kelima Sekolah Anak Percaya. Kali ini, sekolah gratis tersebut hadir di kawasan Kampung Apung, Jakarta, yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pengupas kerang.

Sekolah Anak Percaya menjadi upaya Andien untuk membuka akses belajar bagi anak-anak yang menghadapi berbagai keterbatasan. Inisiatif ini pertama kali dimulai pada 2022 di Kampung Pemulung, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Menariknya, pendanaan awal sekolah tersebut berasal dari penjualan royalti aset digital salah satu karya musik Andien berjudul Percaya melalui skema non-fungible token (NFT).

“Waktu itu lagi zaman COVID, terus aku menjual lagu ini royaltinya secara NFT. Hasil dari NFT tersebut kemudian kami jadikan modal untuk mendirikan Sekolah Anak Percaya,” kata Andien saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

Pendirian Sekolah Anak Percaya di Kampung Apung tidak berlangsung secara instan. Andien mengungkapkan, timnya membutuhkan waktu pendekatan sekitar satu tahun untuk membangun kepercayaan warga sebelum kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan.

“Dari tahun lalu itu PDKT-nya setahun untuk kita bisa menyelenggarakan proses belajar mengajar di kampung tersebut,” tuturnya.

Andien mengatakan, ketertarikannya menghadirkan ruang belajar di kawasan tersebut berawal dari keprihatinan terhadap tingginya angka anak putus sekolah. Kondisi itu mendorongnya mencari cara agar anak-anak setempat memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.

Namun, menurut dia, persoalan pendidikan di lingkungan padat penduduk tidak hanya berkaitan dengan kemauan anak untuk belajar. Ada sejumlah persoalan lain yang saling berkaitan, termasuk administrasi kependudukan dan berbagai kendala sosial.

“Masalahnya sangat berlapis, bukan hanya kemauan akan mengenyam pendidikannya saja, tapi juga ada banyak masalah mengenai misalnya administrasi kependudukan dan lain-lain,” jelasnya.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Andien memilih untuk terlibat langsung bersama masyarakat, alih-alih menunggu seluruh persoalan terselesaikan terlebih dahulu.

Baginya, keterbatasan yang dihadapi warga justru menjadi alasan untuk mencari jalan keluar secara bersama-sama. Kehadiran Sekolah Anak Percaya diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan.

“Ya udah kalau memang belum ada solusinya, justru aku yang ingin jadi solusinya. Yuk kita cari solusinya bareng,” pungkasnya.

Melalui cabang kelima Sekolah Anak Percaya, Andien melanjutkan upaya memperluas akses pendidikan berbasis komunitas. Inisiatif tersebut juga menunjukkan bagaimana sumber daya dari industri kreatif, termasuk royalti karya musik, dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial.

Kehadiran sekolah di Kampung Apung diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih mudah dijangkau anak-anak sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam upaya mengatasi persoalan pendidikan di lingkungan mereka.(**)

LAINNYA