
Wali Kota Agustina Pimpin Aksi Resik Kali Jaten, HPSN Jadi Momentum Cegah Banjir di SemarangNALARMEDIA.COM – Aliran Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, kini terlihat jauh lebih bersih. Tumpukan sampah yang sebelumnya menghambat badan sungai berhasil diangkat lewat kerja bersama warga, Satgas Sungai, jajaran OPD, komunitas, hingga unsur pendidikan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kota Semarang di TPS Pudak Payung, Sabtu (21/2).
Bagi masyarakat sekitar, perubahan itu langsung terasa. Air mengalir lebih lancar, sumbatan di bawah jembatan berkurang, dan kekhawatiran luapan saat hujan deras bisa ditekan. Upaya ini menjadi langkah antisipatif di tengah musim penghujan, ketika sampah kerap memperburuk risiko genangan hingga banjir.


Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang turun langsung dalam aksi resik-resik kali tersebut, menjelaskan bahwa Sungai Jaten dipilih karena membutuhkan penanganan secara kolaboratif.
“Kita memilih satu lokasi yang impossible jika dikerjakan warga sendiri. Maka kita gandeng berbagai elemen, termasuk tentara, peserta Proklim, sekolah Adiwiyata, dan masyarakat sekitar,” ujar Agustina.

Ia mengungkapkan, sebelumnya menerima laporan dan dokumentasi dari warga terkait penumpukan sampah di aliran sungai tersebut. Kondisi itu dinilai berisiko menghambat arus air, terutama saat curah hujan tinggi.
“Sebagian banjir disebabkan oleh sampah. Ketika sampah menyangkut di bawah jembatan, aliran air terhambat dan bisa meluap. Membersihkan sungai ini adalah langkah antisipasi,” lanjutnya.
Tak hanya pembersihan di badan dan bantaran sungai, Pemerintah Kota Semarang juga membagikan kantung pilah sampah kepada warga. Langkah ini ditujukan untuk mendorong perubahan perilaku sejak dari rumah tangga agar sampah tidak lagi berakhir di sungai.
“Kalau kita memproduksi sampah, maka sejak dari tangan kita pertama kali harus dibuang di tempatnya. Di rumah, sampah sebaiknya sudah dipilah yang organik dan plastik. Maka hari ini kita bagikan kantung pilah sampah sebagai pemicu,” kata Agustina.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari OPD di Kota Semarang, camat dan lurah setempat, pengurus serta koordinator bank sampah, Saka Kalpataru, Satgas Bersih Lingkungan (Satgas Sungai), sekolah Adiwiyata, komunitas, hingga warga Gedawang dan Pudak Payung.
Aksi bersih Sungai Jaten menjadi bagian dari rangkaian peringatan HPSN yang diperingati setiap 21 Februari sebagai momentum meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Melalui penguatan Satgas Berlian (Bersih Lingkungan dan Sungai), Pemkot Semarang juga mendorong keterlibatan warga bantaran sungai untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan kurve atau kerja bakti rutin terus diperkuat agar saluran air tetap bebas dari sampah.
Pemkot Semarang menegaskan, pengendalian sampah dimulai dari rumah tangga. Sungai yang bersih hari ini adalah hasil kerja bersama. Ketika warga disiplin memilah dan membuang sampah pada tempatnya, manfaatnya kembali kepada masyarakat sendiri: lingkungan lebih sehat, aliran air lancar, dan risiko banjir dapat ditekan. (*)
