Pemprov Jateng Loloskan 73 Santri Terima Beasiswa, 15 Kuliah ke Luar Negeri

waktu baca 3 menit
Selasa, 4 Agu 2026 05:30 2 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sukses merampungkan seluruh tahapan seleksi program beasiswa khusus bagi santri dan pengasuh pondok pesantren untuk tahun 2026. Dari total 942 pendaftar yang bersaing ketat, panitia seleksi akhirnya meloloskan 73 peserta terbaik.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LSFF) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, memaparkan tingginya antusiasme pendaftar sejak pemerintah membuka program ini pada tahun 2025. Tim penguji menyaring kompetensi para peserta melalui serangkaian tes akademik dan wawancara yang menitikberatkan pada kemampuan membaca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, wawasan kepesantrenan, hingga pemahaman nilai-nilai kebangsaan.

“Setelah disaring, dari 942 pendaftar, yang lolos 73 orang. Semuanya santri dan pengasuh pesantren, karena beasiswa ini khusus untuk mereka, nama-namanya sudah kita umumkan pada 3 Agustus 2026,” katanya di Semarang pada, Senin, 3 Agustus 2026.

Hasyim merinci bahwa 15 peserta berhasil merebut tiket beasiswa jenjang strata satu (S1) ke perguruan tinggi luar negeri, seperti di China, Universitas Al Azhar Mesir, dan Yaman. Sementara itu, 58 peserta lainnya memenangkan beasiswa dalam negeri untuk mengejar gelar S1, S2, dan S3. Para peserta lolos ini mengambil beragam program studi lintas disiplin ilmu, mulai dari kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, humaniora, hingga studi keislaman.

Pemprov Jateng menjamin pembiayaan penuh bagi para penerima beasiswa luar negeri, yang mencakup biaya kuliah, visa, biaya hidup bulanan, asuransi kesehatan, serta tiket pesawat pulang-pergi. Di sisi lain, pemerintah menyokong penerima beasiswa dalam negeri melalui bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada setiap semesternya.

“Beasiswa akan dimulai pada semester ini, tergantung dari kalender akademik masing-masing perguruan tinggi, yang jelas kampusnya harus yang sudah melakukan Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” imbuhnya.

Menyambut selesainya proses seleksi ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berencana mengumpulkan seluruh penerima beasiswa. Pemerintah daerah akan memberikan bimbingan teknis sekaligus menyuntikkan motivasi mental agar mereka menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh.

“Alhamdulilah untuk program beasiwa santri dan pengasuh pesantren sudah selesai semua tahapanya. Perkiraan di pertengahan bulan ini (Agustus) mereka akan kita panggil, kita motivasi agar benar-benar konsen pendidikannya,” ucapnya.

Taj Yasin juga mendorong para penerima beasiswa dalam negeri untuk tetap disiplin menghadiri perkuliahan tatap muka di kampus, terlepas dari kebijakan wajib atau tidaknya dari pihak universitas. Ia menegaskan satu aturan mutlak bahwa seluruh lulusan wajib kembali ke pondok pesantren masing-masing untuk mengabdi dan mengamalkan ilmu mereka di tengah masyarakat.

Mengingat inisiatif ini merupakan program perdana, Wagub berkomitmen untuk terus mengawal ketat dan mengevaluasi jalannya beasiswa. Pemprov Jateng berpeluang besar membuka kembali pendaftaran beasiswa serupa pada tahun depan apabila program angkatan pertama ini membuahkan hasil yang memuaskan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA