Pemkot Semarang Perkuat Tanggul Kali Babon, Respons Cepat Banjir Akibat Hujan Ekstrem di Tembalang

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Mar 2026 08:57 10 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang segera mengambil langkah cepat dengan memperkuat tanggul di sepanjang Kali Babon, Kecamatan Tembalang. Upaya ini dilakukan sebagai respons darurat sekaligus langkah antisipatif setelah banjir kembali terjadi di sejumlah wilayah akibat hujan ekstrem.

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Semarang sejak Rabu (25/3) malam hingga Kamis (26/3) dini hari memicu genangan di beberapa titik, seperti Rowosari, Meteseh, Sumberejo, Grand Permata Tembalang, dan Dinar Indah. Wilayah-wilayah tersebut memang dikenal rawan terdampak saat intensitas hujan meningkat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa pemerintah langsung melakukan langkah penanganan berbasis koordinasi teknis. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama BBWS terkait pengaturan pintu air di Bendung Pucanggading.

Pengaturan aliran air diarahkan ke Banjir Kanal Timur untuk menurunkan elevasi air di wilayah hulu. Langkah ini terbukti mampu mengurangi tekanan air sehingga banjir di kawasan seperti Meteseh dan Rowosari tidak separah kejadian sebelumnya.

Selain pengaturan pintu air, Pemkot juga melakukan penguatan tanggul darurat di titik-titik rawan. Penanganan dilengkapi dengan pemasangan sandbag dan kisdam guna menahan potensi luapan air susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi kendala dalam penanganan permanen di sejumlah perumahan baru yang terdampak. Hal ini karena kawasan tersebut belum diserahkan kepada pemerintah dan masih menjadi tanggung jawab pengembang.

Meski demikian, Pemkot tetap hadir dengan melakukan pembersihan lumpur pascabanjir, penanganan darurat di lapangan, serta menyiapkan personel dan logistik untuk menghadapi kemungkinan lanjutan.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa banjir akibat hujan ekstrem masih menjadi tantangan serius di Kota Semarang. Sebelumnya, pada awal Maret 2026, wilayah seperti Mangkang dan Tlogosari juga mengalami banjir akibat kombinasi curah hujan tinggi dan kerusakan infrastruktur.

Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pengendalian banjir secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan pintu air, penguatan tanggul, hingga percepatan pemenuhan kewajiban pengembang dalam penyediaan infrastruktur dasar.

Pemerintah juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan debit air, serta menyiagakan petugas di titik-titik rawan. Langkah cepat, terukur, dan kolaboratif ini diharapkan mampu meminimalkan dampak banjir serta menjaga keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem.(*)

LAINNYA
x