Gagal Masuk Negeri, Anak Pengemudi Ojek di Semarang Akhirnya Bisa Sekolah Gratis Lewat Program Kemitraan

waktu baca 4 menit
Senin, 13 Jul 2026 15:28 31 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau langsung hari pertama sekolah bagi peserta Program Sekolah Kemitraan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Kunjungan ini berlangsung meriah di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang, pada Senin (13/7/2026).

Program sekolah gratis inisiasi Pemprov Jateng ini hadir sebagai solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kebijakan ini membantu menyelamatkan para siswa yang gagal menembus ketatnya seleksi sekolah negeri agar mereka tetap bisa merajut masa depan melalui bangku pendidikan.

Salah satu siswa baru SMA Laboratorium UPGRIS Semarang, Rafa Fidianto, memancarkan raut bahagia saat mengenakan seragam putih abu-abu pada hari pertamanya. Walau sempat gagal masuk sekolah negeri, putra seorang pengemudi ojek ini akhirnya sukses melanjutkan pendidikan berkat program kemitraan tersebut.

“Sebelumnya saya sempat ikut mendaftar ke sekolah negeri, tetapi nilai saya tidak cukup. Saya senang bisa sekolah di sini, karena bisa mendapat banyak teman,” kata Rafa, saat berdialog dengan Ahmad Luthfi.

Melalui kesempatan berharga ini, Rafa bertekad keras mengejar cita-citanya menjadi seorang prajurit militer. Ia ingin membuktikan diri dan membanggakan kedua orang tuanya di masa depan.

Kisah haru lainnya meluncur dari Kamdani. Pria yang berprofesi sebagai buruh tani ini merasa sangat lega karena putranya bisa bersekolah tanpa perlu memikirkan biaya. Dengan penghasilan harian yang tak menentu di kisaran Rp50 ribu hingga Rp70 ribu, ia mengaku sangat kesulitan jika harus membiayai pendidikan anak ketiganya tersebut secara mandiri.

“Alhamdulillah, anak saya bisa sekolah dan masih mau sekolah. Harapan saya, anak saya bisa hidup lebih ringan dan tidak seperti ibunya,” tuturnya.

Merespons curhatan warganya, Gubernur Ahmad Luthfi berulang kali memompa semangat para siswa dan wali murid. Ia meminta anak-anak agar tidak pernah merasa rendah diri hanya karena keterbatasan ekonomi maupun latar belakang pekerjaan keluarga mereka.

“Boleh kita punya sekolah yang berbeda, boleh kita punya latar belakang yang berbeda, tetapi masa depan kalian yang menentukan. Ora usah berkecil hati, ora usah minder. Semangat,” pesan Luthfi.

Luthfi menegaskan bahwa himpitan ekonomi pantang menjadi penghalang bagi seorang anak untuk merebut hak pendidikannya.

“Mereka harus tetap sekolah, tidak boleh putus sekolah. Sekolah tidak boleh berhenti hanya karena kondisi keluarga kurang mampu,” sorotnya.

Sang Gubernur menilai peluncuran Program Sekolah Kemitraan ini mencerminkan wujud nyata kehadiran dan tanggung jawab pemerintah. Negara wajib turun tangan untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan.

Ia membeberkan bahwa para siswa penerima program memiliki latar belakang keluarga yang sangat beragam. Luthfi menemui anak-anak dari keluarga pedagang angkringan, pengemudi ojek, buruh harian, hingga anak yatim piatu yang kini tinggal bersama kerabat mereka.

“Namun, mereka tetap semangat untuk sekolah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk selalu memberikan jaminan dan kepastian pendidikan bagi mereka,” ujar gubernur.

Menghadapi tahun ajaran baru 2026/2027, Pemprov Jateng sukses menggandeng 139 sekolah swasta yang meliputi 56 jenjang SMA dan 83 jenjang SMK. Pemerintah memfasilitasi 3.663 anak melalui program ini, dengan rincian 1.063 siswa SMA dan 2.600 siswa SMK. Angka partisipasi ini melonjak signifikan jika membandingkannya dengan capaian tahun ajaran sebelumnya yang hanya menyentuh 2.390 siswa.

Khusus untuk wilayah Kota Semarang, pemerintah mencatat 51 siswa berhasil lolos Program Sekolah Kemitraan. Mereka kini menempuh pendidikan di SMA Laboratorium UPGRIS (24 siswa), SMK Bina Nusantara (21 siswa), dan SMK Ibu Kartini (6 siswa).

Memeriahkan kegiatan kunjungan tersebut, pemerintah membagikan perlengkapan sekolah dan sepatu baru kepada 55 siswa. Sementara itu, Baznas Jawa Tengah turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako bagi para wali murid yang hadir.

Sebelum mengakhiri lawatannya, Luthfi memberikan instruksi tegas kepada jajaran kepala sekolah dan dewan guru. Ia meminta para pendidik menjamin pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan aman, sarat nilai humanis, dan menciptakan suasana yang menyenangkan.

“Tidak ada lagi perpeloncoan, tidak ada lagi perundungan, apalagi sampai menimbulkan rasa minder. Sekolah tidak menakutkan, tetapi harus menjadi tempat yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman,” tegasnya.

Kepada seluruh siswa baru, Gubernur menitipkan pesan khusus agar mereka memaksimalkan kesempatan emas ini. Ia berharap anak-anak rajin belajar demi meraih cita-cita dan mengangkat derajat ekonomi keluarga kelak.

“Kalian harus menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua, mempunyai cita-cita yang luhur, serta mampu mengubah diri sendiri maupun keluarga menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA