Dinas Kesehatan Kota Semarang Antisipasi Lonjakan Penyakit di Musim Kemarau

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 15:13 29 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan berbagai penyakit di masyarakat. Sejumlah langkah antisipasi diperkuat, mulai dari pengawasan kualitas air bersih hingga pengendalian penyakit menular dan tidak menular.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya strategis untuk mencegah peningkatan kasus penyakit selama musim kemarau. Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada sumber air yang belum sepenuhnya terlayani PDAM dan berpotensi mengalami penurunan kualitas.

Menurutnya, Dinas Kesehatan secara rutin melakukan pengambilan sampel air guna memastikan kandungan mikroorganisme tetap dalam batas aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga memberikan perhatian pada potensi peningkatan penyakit menular dan tidak menular, seperti diare, demam berdarah, hingga leptospirosis. Kasus leptospirosis sendiri tercatat mengalami peningkatan sejak akhir 2025 hingga awal 2026, sehingga menjadi salah satu fokus utama penanganan.

Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Kota Semarang mengintensifkan program Operasi Tangkap Tikus (OTT), terutama di wilayah yang dinilai rawan seperti Candi, Semarang Timur, dan Semarang Utara.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, termasuk ibu hamil, balita, dan lansia. Pada kelompok ini, risiko dehidrasi dinilai lebih tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi kesehatan, seperti preeklamsia pada ibu hamil serta penurunan daya tahan tubuh pada balita dan lansia.

Pada kelompok usia produktif, Dinas Kesehatan mengingatkan potensi peningkatan penyakit tidak menular akibat pola konsumsi saat cuaca panas, terutama minuman tinggi gula yang dapat memicu lonjakan kadar gula darah hingga komplikasi serius seperti ketoasidosis diabetik.

Di sisi lain, upaya pengendalian demam berdarah melalui inovasi Wolbachia disebut masih menunjukkan hasil positif dengan penurunan kasus hingga sekitar 70 persen dalam tiga tahun terakhir.

Selain berbagai upaya tersebut, Dinas Kesehatan juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan “Gembira” atau Gerakan Membuka Jendela Rumah. Kebiasaan sederhana ini dinilai efektif dalam meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan yang menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit. (*)

LAINNYA