Disdag Kota Semarang Siapkan Revitalisasi Pasar Tradisional untuk Bangkitkan Ekonomi Lokal

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Mei 2026 19:11 7 Fajrul Amien

NALARMEDIA.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang siap merenovasi sejumlah pasar tradisional. Program perbaikan fasilitas publik ini menargetkan beberapa lokasi utama, termasuk Pasar Banget Ayu, Pasar Rejomulyo, serta Pasar Rejomulyo Baru.

Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva atau yang akrab disapa Moy, menegaskan bahwa pasar tradisional berperan krusial sebagai roda penggerak ekonomi masyarakat sehingga eksistensinya harus terus bertahan.

Moy menyoroti betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aktivitas jual beli sekaligus menarik minat pengunjung agar senantiasa berbelanja.

Lebih lanjut, Moy mengungkapkan kondisi riil beberapa pasar tradisional yang saat ini masih tampak kumuh dan kurang tertata, meskipun transaksi perdagangan selalu ramai. Oleh karena itu, Disdag memprioritaskan penataan Pasar Banget Ayu sebagai salah satu sasaran utama.

“Anggaran kita siapkan tahun 2027, tapi kita akan libatkan pedagang mau mereka seperti apa. Nah desain pasar yang mereka mau seperti apa, nanti kita akan aplikasikan,” katanya.

Moy meyakini proyek revitalisasi ini wajib melibatkan para pedagang secara langsung agar desain bangunan selaras dengan kebutuhan di lapangan. Ia khawatir sebuah pasar justru berpotensi sepi pembeli jika pemerintah membangunnya tanpa mengakomodasi aspirasi para pedagang.

“Dulu katanya pedagang minta ada sekat, dan kolam, serta penyimpanan ikan. Nah di Rejomulyo nggak ada,” tuturnya.

Berdasarkan kesepakatan dari hasil komunikasi bersama para pedagang, Pemerintah Kota Semarang berencana membangun Pasar Banget Ayu menjadi dua lantai. Lantai dasar akan berfungsi penuh untuk aktivitas berdagang, sementara lantai dua akan menampung kendaraan pengunjung sebagai fasilitas area parkir.

Moy menambahkan bahwa Disdag sudah menggelar pertemuan hingga empat kali bersama para pedagang secara khusus untuk mematangkan konsep pembangunan pasar tersebut.

“Kunci utama dalam meramaikan pasar tradisional adalah komunikasi yang baik dengan pedagang,” ujarnya.

Ke depan, Disdag Kota Semarang tidak hanya fokus membenahi Pasar Banget Ayu, tetapi juga merencanakan perbaikan fasilitas serupa untuk Pasar Penggaron dan Pasar Rejomulyo.

LAINNYA