Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang, Pemprov Jateng Siapkan Dana Rp5,2 Miliar

waktu baca 3 menit
Senin, 1 Jun 2026 18:34 16 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mempercepat perbaikan infrastruktur, khususnya Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memastikan proyek perbaikan senilai Rp5,276 miliar untuk tahun anggaran 2026 ini sudah memasuki tahap pelelangan. Ia menyampaikan perkembangan tersebut di Kota Semarang pada Senin, 1 Juni 2026.

Henggar menjelaskan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran awal tersebut khusus untuk menangani kerusakan jalan tingkat berat di kawasan Desa Kediren, Kecamatan Randublatung. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau ulang rencana pengerjaan agar jangkauan perbaikan bisa lebih luas. “Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” jelas Henggar.

Langkah ini melanjutkan komitmen Pemprov Jateng yang sebelumnya telah menggelontorkan dana besar untuk infrastruktur jalan provinsi di Blora. Sebagai catatan, pemerintah telah memperbaiki jalan Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer yang melintasi Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan pada 2025 dengan menelan biaya Rp19,92 miliar. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Pemprov Jateng menyiapkan total anggaran Rp45,86 miliar untuk membenahi jalan sepanjang 101,5 kilometer di kabupaten tersebut.

Selain memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, pemerintah juga aktif mencari sumber pendanaan lain dari pusat, salah satunya melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Henggar menyebutkan bahwa pihaknya berencana mengusulkan tiga ruas jalan di Kabupaten Blora untuk masuk ke dalam program pusat tersebut. “Dan ini telah kita usulkan ke Inpres Jalan Daerah. Jadi masuk ke IJD, mudah-mudahan semuanya dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Berdasarkan catatan resmi Pemprov Jateng, mereka telah mengajukan proposal pendanaan IJD senilai Rp46,6 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk tahun 2026. Dana ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian ruas jalan Singget-Doplang-Cepu.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan seluruh jajarannya agar merespons keluhan warga terkait kondisi infrastruktur dengan cepat. Ia menilai berbagai kritik masyarakat yang sempat viral di media sosial harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah bisa bekerja lebih responsif dalam memenuhi kebutuhan publik.

Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas hasil pekerjaan dan menuntut pelaksana proyek agar tidak bekerja sembarangan. “Jangan asal-asalan. Harus dikerjakan secara profesional,” katanya.

Lebih lanjut, Luthfi meminta jajarannya untuk memprioritaskan penanganan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan paling parah. “Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya,” lanjutnya.

Untuk mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah, Luthfi mendorong seluruh instansi terkait agar mengawal ketat usulan bantuan dana dari pemerintah pusat, baik melalui kementerian teknis maupun DPR RI.

Sebagai penutup, Pemprov Jateng mengapresiasi masyarakat yang aktif memberikan kritik dan masukan konstruktif. Pemerintah memandang aspirasi warga sebagai pilar penting untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh, mulai dari sektor infrastruktur hingga pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, serta kesehatan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA