Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengkampanyekan program pencegahan perundungan di sekolah. NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus menggencarkan berbagai langkah strategis untuk memberantas praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah seluruh wilayahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menjelaskan bahwa pemerintah konsisten memperkuat program sekolah ramah anak. Program ini bertujuan mewujudkan suasana belajar yang aman, nyaman, sekaligus menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jateng membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di setiap satuan pendidikan. Tim ini menggandeng guru bimbingan konseling, wali kelas, serta bagian kesiswaan untuk merespons cepat berbagai dinamika dan masalah siswa.
Dinas Pendidikan juga merangkul Polda Jawa Tengah untuk melatih para pelajar tentang cara mencegah aksi perundungan, termasuk cyberbullying atau perundungan di media sosial.
“Sekitar 120 ribu anak sudah mengikuti pelatihan dan hasilnya cukup positif,” ungkap Sadimin saat menghadiri agenda Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026).
Sadimin menambahkan, siswa atau orang tua bisa melaporkan kasus perundungan langsung ke pihak sekolah atau Dinas Pendidikan. Instansinya menjamin kerahasiaan identitas setiap pelapor agar mereka merasa aman.
“Harapannya Jawa Tengah bisa menuju zero bullying, sehingga anak-anak merasa aman, nyaman, dan senang belajar di sekolah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menutup rapat ruang bagi tindak perundungan di ranah pendidikan.
“Untuk perundungan, no way. Tidak boleh ada lagi perundungan. Jangan takut melapor, harus diselesaikan,” tegas Luthfi.
Luthfi memandang pihak sekolah perlu memperkuat pencegahan lewat kolaborasi aktif antara Patroli Keamanan Sekolah (PKS), guru bimbingan konseling, dan wali kelas. Kepolisian juga siap mendukung langkah ini melalui pembinaan dan sosialisasi rutin ke sekolah-sekolah.
Sang Gubernur turut menyoroti fenomena kasus perundungan yang kerap baru terdeteksi setelah viral atau sudah memicu trauma psikologis berat bagi korban. Oleh sebab itu, sekolah wajib mengambil tindakan antisipasi sejak dini.
“Kampanyekan lagi anti-perundungan. Lakukan pembinaan di sekolah-sekolah sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan sejak awal,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Forum Anak Kota Tegal, Medina Almeira, merekomendasikan sekolah agar menyediakan program pendampingan psikologis secara rutin. Medina menyoroti tren penyelesaian kasus yang sering selesai hanya dengan permintaan maaf, padahal korban sangat membutuhkan pemulihan jangka panjang. Pelaku perundungan pun wajib mendapat pembinaan khusus agar tidak mengulang perbuatannya.
Medina mengajak semua pihak menanamkan budaya sekolah ramah anak secara lebih mendalam. Cara ini bisa berjalan efektif lewat kampanye masif, pendidikan karakter, penumbuhan empati, serta penyediaan ruang diskusi yang sehat antar pelajar.
Agustina Wilujeng Ahmad Luthfi banjir Semarang Bank Jateng damkar semarang Dishub Kota Semarang DPRD Jateng DPRD Kota Semarang DPRD Semarang DPU Kota Semarang Gubernur Ahmad Luthfi Handi Priyanto Hasil Pertandingan Hasil Piala Dunia Infrastruktur Investasi jateng investasi Jawa Tengah Iswar Aminuddin JATENG Jawa Tengah KETAHANAN PANGAN Kota Semarang Makan Bergizi Gratis Mohammad Saleh mtq nasional 2026 PDAM Tirta Moedal Pemkot Semarang Pemprov Jateng Perbaikan Jalan Piala Dunia 2026 presiden prabowo SEKDA JATENG sekda jateng sumarno Semarang SEMARANG ZOO semifinal piala dunia Sport Tourism Sumarno Taj Yasin Taj Yasin Maimoen TPA Jatibarang UIN WALISONGO SEMARANG WAKA DPRD Jateng Wakil Gubernur Jateng Wali Kota Semarang
