Iswar Aminuddin Puji Layanan Stem Cell RSI Sultan Agung, Kolaborasi Kesehatan Semarang Diperkuat

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Agu 2026 16:10 1 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin memberikan apresiasi terhadap inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, termasuk layanan stem cell.

Iswar menilai pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi dan riset perlu terus didorong agar masyarakat memperoleh pilihan pelayanan medis yang semakin berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Iswar saat menghadiri Gathering Tokoh Masyarakat dan Pemangku Kepentingan RSI Sultan Agung Semarang, Jumat (7/8/2026).

Menurut Iswar, RSI Sultan Agung merupakan salah satu mitra strategis Pemerintah Kota Semarang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“RSI Sultan Agung merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Semarang. Meski berada di wilayah timur kota, rumah sakit ini melayani pasien dari berbagai daerah di Jawa Tengah sehingga turut berkontribusi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Semarang,” kata Iswar.

Dalam kesempatan tersebut, Iswar secara khusus menyoroti layanan stem cell yang dikembangkan RSI Sultan Agung.

Ia mengaku telah merasakan langsung manfaat layanan tersebut. Karena itu, Iswar berharap pengembangan kedokteran regeneratif di RSI Sultan Agung terus dibarengi dengan penelitian dan inovasi.

“Pelayanan stem cell di RSI Sultan Agung sangat baik. Saya sendiri merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Menurut Iswar, pengembangan inovasi medis tidak hanya menjadi tanggung jawab rumah sakit. Pemerintah juga memiliki peran untuk menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang mendukung riset, inovasi, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Iswar mengatakan Pemkot Semarang terbuka untuk memperkuat kerja sama dengan RSI Sultan Agung maupun rumah sakit lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi.

“Karena itu, saya berharap rumah sakit terus mengembangkan inovasi dan penelitian agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat,” katanya.

Iswar juga mengajak tokoh masyarakat untuk ikut membangun komunikasi dua arah antara rumah sakit dan masyarakat.

Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, mengatakan kegiatan gathering menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara rumah sakit dengan pemerintah, tokoh masyarakat, mitra, tenaga kesehatan, dan media.

“Melalui gathering ini kami ingin mempererat hubungan yang telah terjalin sekaligus membangun komunikasi yang semakin baik,” ujar Agus.

RSI Sultan Agung, kata dia, telah berusia 55 tahun dan terus berupaya mengembangkan pelayanan kesehatan yang amanah, profesional, serta berlandaskan nilai-nilai syariah.

Sebagai rumah sakit pendidikan dan pelatihan berbasis syariah, RSI Sultan Agung juga terus meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan berbagai layanan medis.

Agus mengungkapkan sekitar 90 persen pasien RSI Sultan Agung merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Tingginya jumlah pasien BPJS sekaligus menunjukkan besarnya peran rumah sakit dalam memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Meski demikian, Agus mengakui rumah sakit menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya jumlah pasien rujukan hingga dinamika regulasi pelayanan kesehatan.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang berkualitas, amanah, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien,” tegasnya.

Agus menilai komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit membutuhkan dukungan dan masukan dari berbagai pihak untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

“Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin sehingga RSI Sultan Agung mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik, menjadi rumah sakit yang semakin dipercaya masyarakat, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” pungkas Agus.(**)

LAINNYA