Tutup Festival Rebana Nasional MTQ XXXI, Wali Kota Agustina Wilujeng Ajak Masyarakat Rawat Harmoni

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Sep 2026 01:34 1 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara resmi menutup perhelatan Festival Rebana Nasional di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Jumat (18/9/2026). Perhelatan meriah yang menjadi bagian dari side event MTQ Nasional XXXI ini menyuguhkan aksi panggung memukau dari 40 grup rebana pilihan se-Indonesia selama enam hari berturut-turut, sejak 13 hingga 18 September 2026, mengusung tema “Harmoni Sholawat Dari Semarang Untuk Indonesia”.

Agustina memandang panggung pementasan seni ini sebagai momentum berharga untuk memberi ruang ekspresi bagi kebudayaan lokal. Panggung festival ini berhasil menyatukan ratusan seniman dalam atmosfer kompetisi yang sehat sekaligus mempererat tali silaturahmi antardaerah.

“Semuanya itu diniatkan untuk memberi ruang kepada budaya Kota Semarang yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran puluhan grup dari pelbagai penjuru negeri sukses memamerkan kekayaan dan keanekaragaman seni tradisional Nusantara. Agustina menaruh harapan agar pertunjukan ini mampu melambungkan kesenian rebana agar kian berakar kuat dalam kehidupan seni warga.

“Panggung rebana menjadi tempat berkompetisi sekaligus ruang bersilaturahmi dan memperkenalkan kekayaan seni yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia. Semoga rebana semakin berkembang dan memberi warna bagi keberagaman seni di Indonesia, Jawa Tengah, dan Kota Semarang,” katanya.

Festival Rebana Nasional 2026 tampil sebagai salah satu side event paling memikat dalam jajaran agenda MTQ Nasional XXXI. Ajang ini mengangkat seni rebana dan lantunan selawat sebagai pilar kebudayaan Islam Nusantara, sembari memanjakan para kafilah yang sedang berkunjung ke Kota Semarang.

Kehadiran para seniman ini kian menyemarakkan deretan agenda pendukung di Kota Atlas, mulai dari pameran ekonomi kreatif, atraksi seni budaya, sentra kuliner UMKM, hingga promosi destinasi wisata unggulan bagi para tamu daerah.

Pada puncak malam penutupan, Agustina menyerahkan langsung piala dan hadiah kepada para jawara. DM Group asal Kediri sukses menyabet gelar juara pertama usai mengantongi nilai tertinggi 97,7. Sementara itu, Al-Busyro dari Malang mengamankan posisi kedua dengan skor 97,0, disusul grup El-Syifa asal Trenggalek di peringkat ketiga dengan nilai 96,5.

Agustina menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia penyelenggara, dewan juri, serta komunitas kebudayaan yang telah menggerakkan suksesnya acara. Ia optimistis perjumpaan budaya ini dapat mengokohkan jalinan persahabatan antardaerah sekaligus merawat kelestarian tradisi rebana di era modern.

“Kita terus rawat harmoni ini dari panggung rebana, dari rangkaian MTQ dan dari Kota Semarang. Semoga persahabatan dan kebudayaan terus menemukan ruang untuk saling memajukan,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA