Tiga Maestro Wayang Orang dari Semarang, Solo, dan Jakarta Bakal Satu Panggung di Simpang Lima

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Nov 2026 08:51 3 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Panggung Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, akan menjadi tempat pertemuan tiga kelompok wayang orang dari kota berbeda. Wayang Orang Ngesti Pandowo, Sriwedari, dan Bharata dijadwalkan tampil bersama dalam Festival Wayang Semesta 2026, Minggu (8/11/2026).

Mengangkat tema “Tiga Legenda dalam Satu Semesta”, ketiga kelompok tersebut akan membawakan lakon berjudul “Sekar Mustika”. Pertunjukan kolaboratif ini menjadi sajian utama festival yang digelar Pemerintah Kota Semarang melalui ruang apresiasi seni budaya bagi masyarakat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, festival ini dirancang bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan juga wadah untuk mempertemukan seniman, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi pewayangan.

Menurut Agustina, kolaborasi dari tiga kelompok wayang orang yang memiliki latar daerah berbeda dapat memperluas hubungan antarpelaku seni sekaligus membuka peluang lahirnya gagasan dan karya baru.

“Setelah memperkenalkan wayang kepada dunia, langkah berikutnya adalah memperkuatnya melalui kolaborasi. Festival Wayang Semesta 2026 menjadi ruang bertemunya para pelaku, kelompok, dan ragam seni pewayangan untuk saling terhubung serta menciptakan cerita baru,” tegasnya.

Upaya mendekatkan seni pewayangan kepada generasi muda juga menjadi bagian dari rangkaian festival. Selain pementasan wayang orang, pengunjung akan disuguhi pertunjukan Wayang Potehi Tek Gie Hien, wayang kulit oleh dalang cilik, serta penampilan penari dari Akademi Wayang Semarang.

Sejumlah pengisi acara turut disiapkan untuk menambah kemeriahan, yakni penyanyi Nugraha Pawestri, OM Syalala, Vaganza Band, serta bintang tamu nasional Gilang Dirga.

Agustina menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar kesenian tradisional tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh berbagai generasi.

“Festival Wayang Semesta hadir sebagai ruang untuk menjaga, menghidupkan, dan merayakan tradisi melalui kolaborasi, partisipasi publik, dan keterlibatan lintas generasi,” ujarnya.

Festival Wayang Semesta 2026 berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB di Lapangan Pancasila, Simpang Lima. Masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian acara secara gratis dan terbuka untuk umum.

Agustina pun mengajak warga untuk datang dan meramaikan festival tersebut bersama keluarga maupun sahabat.

“Mari kita saksikan dan ramaikan bersama. Wayang bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga cerminan nilai, identitas, dan cinta bangsa yang harus terus kita uri-uri bersama,” pungkasnya.(**)

LAINNYA