Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Kebut Perbaikan Jalan Rusak, Siapkan Rp200 Miliar Lewat Perkada

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Jun 2026 17:44 10 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan ulang anggaran tahun 2026 sebesar Rp200 miliar khusus untuk membenahi infrastruktur jalan di provinsinya.

Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat penanganan ruas-ruas jalan yang rusak agar masyarakat bisa kembali menikmati akses transportasi yang mulus dan aman.

“Jadi untuk tahun 2026 ini, daripada menunggu anggaran perubahan bulan September, kita membat Perkada (Peraturan kepala daerah) untuk menggeser beberapa anggaran yang kita gunakan untuk pemeliharaan jalan,” kata Luthfi usai memimpin Rapat Evaluasi APBD Tahun 2026 dan Persiapan APBD Perubahan 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (8/6/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memutuskan realokasi anggaran ini demi memulihkan kembali tingkat kemantapan jalan provinsi. Sebelumnya, kondisi infrastruktur jalan sempat memburuk akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut hingga awal tahun 2026.

“Hari ini saya putuskan dengan Wagub, Sekda, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahwa khusus infrastruktur akan kita buatkan Perkada, sehingga jalan-jalan provinsi yang sekarang kualifikasinya rusak berat insyaallah dalam waktu dekat kita lakukan pemeliharaan dan peningkatan. Saya ingin 2026 ini kembali ke 2025 bahwa kemantapan jalan provinsi harus 94,4%,” tegasnya.

Luthfi memprioritaskan kucuran dana segar ini untuk menangani jalan-jalan provinsi yang saat ini mengalami kerusakan parah. Pemerintah menargetkan beberapa titik fokus utama, seperti ruas jalan Randublatung-Cepu yang belakangan sering memicu keluhan warga setempat. Selain itu, perbaikan juga akan menyasar ruas jalan di kawasan Soloraya serta Jalan Keling-Kelet di wilayah Jepara.

“Memang tidak bisa kita bangun jalan itu sakdek saknyet (seketika). Jadi perlu adanya lelang, perlu adanya penggeseran anggaran, perlu adanya Perkada untuk mengubah agar kita tidak melanggar peraturan. Jadi tidak bisa langsung, intinya kita bisa melakukan itu,” jelas Luthfi.

Menyambung arahan Gubernur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memastikan bahwa Perkada 2026 ini membawa suntikan dana sekitar Rp200 miliar. Dinas PUPR telah memetakan anggaran tersebut untuk mengeksekusi berbagai usulan perbaikan yang masuk. Sasaran perbaikan tersebar merata di seluruh Jawa Tengah, menyentuh ruas Randublatung-Cepu, Keling-Kelet Jepara, kawasan Wonogiri, Soloraya, hingga beberapa lokasi strategis lainnya.

“Harapannya nanti posisi kemantapan jalan di akhir 2026 nanti bisa naik,” katanya.

Pemerintah memproyeksikan kolaborasi antara tambahan dana Rp200 miliar dan APBD Perubahan mampu mendongkrak kembali rasio kemantapan jalan ke angka 93 persen. Bahkan, jika berjalan optimal, angka kemantapan jalan tersebut berpotensi menembus level 95 hingga 96 persen.

“Jadi perbaikan jalan rusak di Jawa Tengah melalui dua cara. Pertama, melalui Bidang Bina Marga dengan pengaspalan jalan dua lapis. Kedua, melalui Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) dengan pengaspalan satu lapis. Peningkatan jalan masuknya ke Bidang Bina Marga,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA