Wali Kota Agustina Apresiasi Upaya Karang Taruna Lestarikan Tradisi Budaya Jaranan

waktu baca 3 menit
Senin, 15 Jun 2026 14:59 4 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan seni dan budaya. Ia meyakini langkah ini sangat penting untuk membangun Kota Semarang yang memiliki identitas kuat serta rasa kebersamaan antarwarga.

Ia menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri Pentas Seni Budaya Jaranan inisiasi Karang Taruna Kelurahan Banyumanik di Lapangan Parikesit, Minggu (14/6). Pada momen ini, Agustina memberikan apresiasi tinggi kepada para pemuda yang berani tampil sebagai pelaku utama dalam merawat warisan budaya lokal, bukan sekadar menjadi penonton.

“Kota yang maju bukan hanya kota yang membangun fisiknya, tetapi juga kota yang mampu menjaga akar budayanya. Saya bangga melihat anak-anak muda Banyumanik mau terlibat langsung untuk uri-uri budaya dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” ujar Agustina.

Karang Taruna menyelenggarakan kegiatan ini untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara tersebut turut menampilkan sejumlah kelompok seni lokal kebanggaan Banyumanik, seperti Kridho Restu Bawono, Siswa Teguh Mbangun Budoyo, dan Langen Mudo Budoyo. Menurut Agustina, partisipasi kelompok seni ini membuktikan bahwa pelestarian budaya benar-benar tumbuh dan hidup dari semangat warga.

Lebih lanjut, ia menilai masyarakat perlu terus memperkuat ruang-ruang kebudayaan di tingkat kampung. Ruang tersebut berfungsi sebagai wadah untuk menumbuhkan nilai gotong royong, mempererat persaudaraan, dan memupuk rasa cinta daerah. Ia juga memandang kehadiran generasi muda dalam acara seni sebagai investasi sosial yang berharga bagi masa depan Kota Semarang.

“Anak-anak yang hari ini melihat, belajar, dan ikut terlibat dalam kegiatan budaya nantinya akan menjadi generasi yang melanjutkan tradisi ini. Karena itu ruang-ruang budaya seperti ini harus terus kita jaga,” katanya.

Selain membahas seni, Agustina juga membawa kabar gembira terkait pencairan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP). Pemerintah Kota Semarang akan mulai mencairkan dana sebesar Rp25 juta per RT per tahun pada bulan Juni 2026. Kebijakan ini menjadi bukti nyata kepercayaan pemerintah agar warga bisa menentukan sendiri kebutuhan lingkungan mereka melalui musyawarah.

Masyarakat bisa memanfaatkan dana BOP ini secara fleksibel. Selain untuk mendukung program ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, warga juga bisa menggunakannya untuk mendanai kegiatan sosial, seni budaya, serta program-program yang mempererat kebersamaan di kampung.

“Kalau warga sepakat untuk kegiatan budaya, pentas seni, atau kegiatan kemasyarakatan lainnya, silakan. Yang penting direncanakan bersama dan manfaatnya dirasakan bersama. Pemerintah hadir memberi ruang, sementara keputusan terbaik tetap lahir dari warga,” tegasnya.

Agustina menambahkan, kemajuan Kota Semarang tidak hanya bergantung pada program kerja pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, dan melestarikan budaya justru menjadi fondasi utama yang membentuk identitas kota.

Di akhir kunjungannya, Agustina mengajak seluruh warga untuk merawat Lapangan Parikesit dengan baik. Ia berharap masyarakat bisa memaksimalkan ruang publik ini untuk berbagai aktivitas bermanfaat, mulai dari olahraga, kegiatan sosial, hingga pentas budaya. Ruang publik yang hidup dan terawat tentu akan menjadi pusat interaksi warga yang mampu melahirkan kreativitas dan mempererat ikatan sosial.

“Semarang akan menjadi kota yang semakin hebat jika ruang-ruang publiknya hidup, budayanya tumbuh, dan warganya terus bergerak bersama membangun lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA