Kehadiran Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin dalam Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166. NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran Pentas Panggung Malam Kesenian dalam rangka Perayaan Kedatangan Kimsin Yang Suci (YS) Poo Seng Tay Tee ke-166. Acara ini menjadi bukti nyata dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat Kota Semarang yang majemuk.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang hadir mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Ia berterima kasih kepada Yayasan Klenteng Besar Tay Kak Sie, panitia penyelenggara, relawan, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan tradisi yang telah berjalan lebih dari satu setengah abad ini.
“Tradisi ini bukan sekadar seremoni keagamaan maupun kebudayaan. Perayaan ini telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah, budaya, dan identitas Kota Semarang,” ujar Iswar dalam sambutannya pada Pentas Panggung Malam Kesenian – Perayaan Kedatangan Kimsin Di Klenteng Besar Tay Kak Sie, Senin (15/6).
Iswar menilai bahwa keberagaman menjadi motor pertumbuhan Kota Semarang. Selama ratusan tahun, berbagai suku, agama, budaya, dan tradisi mampu hidup berdampingan secara damai, hingga membentuk karakter Semarang sebagai kota yang terbuka, toleran, dan harmonis.
Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee turut memperkaya mosaik keberagaman tersebut. Lewat agenda ini, warga tidak hanya menjaga tradisi leluhur dan nilai-nilai spiritual, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarsesama.

“Kesenian yang ditampilkan malam ini menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Seni dan budaya memiliki kekuatan membangun jembatan persaudaraan, mempererat silaturahmi, solidaritas sosial, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota yang kita cintai,” katanya.
Pemkot Semarang sendiri memandang pelestarian budaya sebagai investasi jangka panjang demi masa depan. Tradisi yang terus hidup akan menjadi kekuatan utama dalam memperkokoh identitas Kota Semarang di tengah hantaman arus globalisasi yang terus berkembang.
Oleh karena itu, pemerintah kota terus mendukung perkembangan berkelanjutan dari berbagai ekspresi budaya, kegiatan keagamaan, serta tradisi lokal di tengah masyarakat.
“Semakin banyak ruang yang tersedia bagi ekspresi budaya, semakin kuat pula daya tarik Kota Semarang sebagai kota budaya, kota wisata, dan kota yang ramah bagi semua,” imbuhnya.
Selain kaya akan nilai spiritual dan budaya, acara ini juga mendongkrak perekonomian daerah. Kehadiran masyarakat dan wisatawan yang memadati festival budaya ini mampu menggerakkan sektor pariwisata serta para pelaku UMKM lokal.
Iswar berharap Pentas Panggung Malam Kesenian beserta seluruh rangkaian Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee konsisten menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan Kota Semarang.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat semangat gotong royong, toleransi, dan kolaborasi. Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga harmoni, merawat warisan budaya, serta membangun kehidupan yang inklusif dan saling menghormati,” tegasnya.
Perayaan ke-166 ini berlangsung mulai 14 hingga 16 Juni 2026 dengan pusat kegiatan di Klenteng Tay Kak Sie. Perhelatan tahun ini mengukir sejarah baru karena menghadirkan Kimsin Kongco Poo Seng Tay Tee langsung dari Zhangzhou Baijiao Ciji Ancestral Temple Management Committee, Tiongkok, untuk pertama kalinya. Kedatangan ini menegaskan eratnya ikatan sejarah dan spiritual antara komunitas Tionghoa Semarang dengan akar budaya mereka di Tiongkok.
Panitia mengemas acara dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari doa bersama, prosesi sakral di dalam klenteng, pentas kesenian, hingga puncaknya berupa Kirab Budaya Akbar yang melibatkan ribuan umat dan warga sekitar. Penyelenggara membuka seluruh rangkaian acara ini untuk umum agar masyarakat dapat merayakan kekayaan budaya Semarang bersama-sama.
“Selamat menikmati pentas panggung malam kesenian. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan membawa berkah bagi kita semua,” pungkas Iswar.