NALARMEDIA.COM – Sebanyak 50 peserta dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi bidang kepemanduan keselamatan wisata tirta yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Gunadharma Utama.
Kegiatan bertajuk Kolaborasi Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepemanduan Keselamatan Wisata Tirta ini berlangsung di Kolam Renang Pereng Krasak, Kabupaten Magelang, Selasa (14/4/2026).

Peserta yang mengikuti uji kompetensi merupakan pengelola wahana wisata air di Jawa Tengah, termasuk tim SAR, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), serta perwakilan asosiasi terkait.
Perwakilan Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kemenpar RI, Harnanda Putra, menegaskan pentingnya sertifikasi ini untuk meningkatkan keselamatan di destinasi wisata air.
“Berdasarkan data dari berbagai portal media, pada 2025 masih terdapat sejumlah kecelakaan di destinasi pariwisata di beberapa wilayah Indonesia,” ujarnya.
Melalui uji kompetensi ini, diharapkan angka kecelakaan, khususnya di wisata tirta, dapat ditekan. Ia juga mendorong peserta mengikuti sertifikasi dengan serius agar menjadi pemandu keselamatan yang kompeten.
“Kemenpar terus mengajak semua pihak untuk membangun pariwisata Indonesia yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Pariwisata yang maju adalah pariwisata yang aman,” tegasnya.
Direktur LSP Gunadharma Utama, Vera Damayanti, menambahkan bahwa peningkatan kualitas dan daya saing SDM pariwisata perlu terus dioptimalkan.
Menurutnya, kompetensi yang terstandar secara nasional akan memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, industri, dan lembaga sertifikasi dalam menciptakan tenaga kerja pariwisata yang unggul.
“SDM pariwisata yang tersertifikasi akan lebih siap bersaing, baik di pasar kerja domestik maupun internasional,” ujarnya.
Dari total 68 pendaftar, hanya 50 peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti uji kompetensi hingga dinyatakan kompeten.
“Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran pemandu keselamatan wisata tirta di Jawa Tengah terhadap pentingnya sertifikasi, mengingat mereka merupakan ujung tombak keselamatan wisata,” tambahnya.
Salah satu peserta, Septiani Prihatining, relawan Damkar Cilacap, berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering dan menjangkau lebih banyak daerah.
“Semoga ke depan bisa diadakan di berbagai kota agar pelayanan wisata tirta semakin meningkat, risiko kecelakaan berkurang, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat,” ungkapnya. (*)