Stabilitas Harga Pangan di Semarang Terjaga, Wali Kota Agustina Gencarkan Kempling Semar untuk Intervensi Harga Sayur

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Jun 2026 13:31 1 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjamin pasokan dan harga bahan pokok di wilayahnya tetap stabil. Walaupun beberapa komoditas mengalami sedikit lonjakan, situasi pasar secara umum masih sangat terkendali.

Keyakinan ini merujuk pada tinjauan langsung Pemerintah Kota Semarang pada Selasa (9/6). Dalam kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) turun langsung bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan untuk mengecek kondisi bahan pokok di Pasar Peterongan.

“Harga semua komoditas penting yang dipantau pemerintah relatif aman. Memang ada kenaikan, tetapi masih dalam kondisi yang aman. Hanya bawang putih yang masih berada di atas HAP atau HET yang ditetapkan pemerintah,” kata Agustina.

Sebagai langkah cepat merespons naiknya harga sayur di Pasar Peterongan, Wali Kota langsung memerintahkan Dishanpan untuk bertindak. Pemerintah menggelar intervensi pasar lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM) Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang).

Inisiatif ini mengerahkan armada khusus untuk berkeliling menyambangi masyarakat. Mobil keliling ini menyediakan berbagai kebutuhan sembako dan sayur-mayur dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.

Tidak hanya itu, Dishanpan terus mengawasi fluktuasi harga di lapangan. Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan turut melibatkan personel dari Polrestabes Semarang, Dinas Perdagangan Kota Semarang, dan Bulog Kanwil Semarang untuk memastikan stabilitas transaksi di pasar.

Tinjauan di Pasar Peterongan menemukan harga bawang merah menyentuh angka Rp55.000 per kilogram. Nominal ini melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah yang mematok angka Rp41.500 per kilogram, atau naik sekitar 30 persen. Beruntung, bahan pangan lainnya tidak menunjukkan lonjakan yang berarti.

Tim juga mencatat rincian harga komoditas lain yang beredar di pasaran. Pedagang menjual beras SPHP di harga Rp60.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp23.000 per liter, dan telur ayam Rp27.000 per kilogram. Selain itu, gula pasir tersedia seharga Rp18.500 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, ayam potong Rp27.000 per kilogram, tomat Rp12.000 per kilogram, wortel Rp15.000 per kilogram, cabai keriting Rp35.000 per kilogram, serta cabai rawit Rp55.000 per kilogram.

Agustina menegaskan masyarakat tidak perlu panik dengan naiknya harga bawang merah. Pemerintah memastikan operasi pasar rutin lewat program Kempling Semar mampu menekan lonjakan harga tersebut.

“Berdasarkan pantauan di lapangan, harga pangan pokok masih dalam batas aman. Hanya bawang merah yang berada di atas HAP, tetapi masih bisa dikendalikan melalui operasi pasar,” ujarnya.

Kepala Dishanpan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, turut memberikan penjelasan tambahan. Ia menilai program Gerakan Pangan Murah milik Pemerintah Kota Semarang sangat ampuh untuk mengawal stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi daerah.

“Hasil monitoring dan evaluasi dari Badan Pangan Nasional menunjukkan harga pangan di Kota Semarang relatif lebih stabil dalam mendukung pengendalian inflasi,” jelasnya.

Merespons keluhan warga dan pedagang terkait melambungnya harga sayur, Dishanpan langsung merangkul berbagai mitra strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengamankan dan menambah pasokan sayuran segar ke pasar.

Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan program PAK RAHMAN (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), Sayur Yuni, serta BUMD JTAB. Para mitra ini bertugas mendistribusikan stok sayur segar langsung ke Pasar Peterongan.

“Pagi ini kami melakukan intervensi bersama mitra dengan menggelontorkan pasokan sayuran ke Pasar Peterongan sehingga harga sayuran bisa lebih terkendali,” pungkas Endang.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA