Buka Lomba SiNARAN 2026, Wali Kota Agustina Dorong Anak Semarang Tumbuhkan Budaya Ilmiah

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 05:22 0 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meyakini bahwa menumbuhkan budaya ilmiah sejak usia dini merupakan kunci utama untuk menyiapkan generasi penerus yang tangguh menghadapi tantangan masa depan. Ia menegaskan visi tersebut saat menyapa para pelajar sekaligus membuka secara resmi Babak Penyisihan Lomba SiNARAN (Sains Anak Kota Semarang) Tahun 2026 di Ballroom Balairung Astina, UTC Hotel, pada Selasa (4/8/2026).

Panitia mencatat sebanyak 550 pelajar jenjang SD dan SMP berpartisipasi dalam babak penyisihan ini. Mereka merupakan peserta terpilih hasil seleksi ketat dari total 6.292 pendaftar se-Kota Semarang. Para talenta muda ini datang dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari sekolah negeri, sekolah swasta, madrasah, hingga institusi pendidikan kesetaraan jalur Paket A dan Paket B. Agustina menilai keberagaman ini membuktikan bahwa Pemerintah Kota Semarang membuka lebar kesempatan belajar sains bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

“Hari ini kita tidak sekadar memulai perlombaan, tapi sedang menumbuhkan budaya ilmiah di Kota Semarang,” ujarnya.

Agustina menjabarkan makna budaya ilmiah tersebut sebagai kebiasaan kritis anak-anak dalam bertanya, menelusuri informasi, menguji sebuah gagasan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti nyata. Ia percaya pembiasaan sikap ilmiah semacam ini akan terus mendorong kemajuan peradaban Kota Semarang.

“Kemampuan berpikir kritis itu, menjadi bekal penting generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang serba cepat, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI), dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Untuk membakar semangat para peserta, Agustina turut mengangkat kisah inspiratif Albert Eng. Siswa asal Singapore Intercultural School Semarang itu baru saja mengharumkan nama bangsa dengan merebut medali emas pada ajang final World Mathematics Invitation 2026 di Jepang. Bagi sang Wali Kota, prestasi membanggakan itu menjadi bukti konkret bahwa anak-anak Kota Semarang mampu menaklukkan kompetisi tingkat dunia selama mereka mendapatkan ruang belajar dan lingkungan yang mendukung ekosistem sains.

Sebagai informasi, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang menginisiasi Lomba SiNARAN 2026 ini sebagai program strategis untuk memantau dan mengembangkan talenta sains daerah. Tahun ini, penyelenggara mengusung tema penguatan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) khusus bagi peserta didik jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat.

Melalui babak penyisihan ini, tim juri akan menyaring 60 finalis terbaik, yang terbagi atas 30 peserta jenjang SD dan 30 peserta jenjang SMP. Mereka semua akan kembali bertarung memperebutkan gelar juara pada Babak Final yang dijadwalkan bergulir pada 13 Agustus 2026 mendatang.

Menutup sambutannya, Agustina menaruh harapan besar agar pemerintah daerah terus melanjutkan dan mengembangkan ajang kompetisi sains ini menjadi program unggulan yang berkelanjutan di masa depan.

“Semoga dari ruangan hari ini lahir generasi yang membawa Kota Semarang semakin cerdas, semakin inovatif, dan semakin hebat,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA