Program Sekolah Kemitraan Jateng Wujudkan Mimpi Siswa Kurang Mampu di Semarang

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Jun 2026 15:23 6 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggagas Program Sekolah Kemitraan untuk memberikan harapan baru bagi ribuan siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini membebaskan biaya pendidikan, mulai dari uang gedung, SPP, hingga kebutuhan pendukung lainnya, sehingga para siswa bisa bersekolah di SMA maupun SMK swasta secara gratis.

Ayu Prameswari, siswi SMA Mardisiswa Banyumanik Kota Semarang, merasakan langsung manfaat program ini. Sebelumnya, Ayu merasa khawatir tidak bisa melanjutkan pendidikan selepas SMP.

Penghasilan ayahnya yang bekerja serabutan tidak menentu, sehingga biaya masuk SMA terasa sangat memberatkan dan sempat membuatnya pasrah akan masa depannya.

“Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, saya sempat takut tidak bisa melanjutkan sekolah. Biaya masuk SMA cukup besar dan sulit untuk dipenuhi,” ujarnya.

Namun, jalan terang muncul saat Ayu lolos seleksi Program Sekolah Kemitraan. Sekarang, ia bisa fokus belajar dengan tenang tanpa harus membebani pikiran orang tuanya mengenai biaya pendidikan.

Keyla Sabrina, rekan satu sekolah Ayu, menghadapi tantangan ekonomi yang serupa saat hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

“Kalau tidak ada Sekolah Kemitraan, mungkin saya harus berhenti sekolah sementara. Program ini memberikan kesempatan untuk tetap mengejar cita-cita,” katanya.

Bantuan ini mendorong Keyla untuk memusatkan perhatian pada pelajaran dan merajut mimpi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi kelak.

Kepala SMA Mardisiswa Banyumanik, Marwulandari Sayekti, menerangkan bahwa dukungan Pemprov Jateng memampukan pihak sekolah untuk menggratiskan seluruh kebutuhan siswa penerima manfaat.

Sekolah membebaskan SPP, uang gedung, serta menyediakan bantuan buku dan fasilitas pendukung lainnya bagi siswa yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.

“Program ini benar-benar memberikan kesempatan bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk tetap bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Manfaat serupa juga mengalir ke siswa SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Vanesha Angelina, anak seorang buruh, merasa sangat terbantu karena keluarganya kini terbebas dari beban biaya sekolah yang tinggi.

Siswi lainnya, Maulida Dewi Novi Yanti, turut mengutarakan rasa syukurnya karena bisa melanjutkan sekolah gratis.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini sangat membantu sehingga saya bisa terus bersekolah dan mengejar cita-cita,” ungkapnya.

Kepala SMA Laboratorium UPGRIS, Nor Khoiriyah, menambahkan bahwa program ini menyelamatkan sejumlah siswa yang sebelumnya rentan putus sekolah. Kini, mereka bisa kembali merajut asa di bangku pendidikan dengan baik.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah melalui program unggulan ini.

“Minimal setiap tahun ada 5.000 anak dari keluarga miskin ekstrem yang bisa terbantu dan mendapatkan akses pendidikan yang layak,” katanya.

Sebagai catatan, sepanjang tahun 2026, sebanyak 139 SMA dan SMK swasta telah bergabung dalam Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng. Langkah nyata ini berhasil memfasilitasi 5.004 siswa kurang mampu untuk menempuh pendidikan gratis.

Pemerintah berharap program ini terus menjadi solusi jitu untuk memperluas akses pendidikan dan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di Jawa Tengah.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA