Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Perguruan Tinggi Turun Tangan Atasi Ancaman Bencana

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 05:01 0 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara aktif mengajak kalangan perguruan tinggi untuk turun tangan membantu pemerintah mengatasi ancaman bencana alam di wilayah Jawa Tengah.

Taj Yasin menyampaikan ajakan strategis tersebut saat menghadiri perayaan puncak Dies Natalis ke-60 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus pada Selasa (4/8/2026).

Ia menilai perguruan tinggi Islam memegang peran yang sangat krusial. Kampus tidak hanya berfungsi merawat integritas dan meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga wajib menjalin kolaborasi aktif bersama pemerintah daerah guna memecahkan berbagai persoalan lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

Taj Yasin turut melontarkan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sivitas akademika UIN Sunan Kudus. Kampus ini sukses mengusung dan menerapkan gerakan kepedulian lingkungan di kawasan akademis melalui pendekatan ekoteologi.

Menurut pandangannya, gerakan ekoteologi tersebut sangat selaras dengan kondisi geografis dan tantangan krisis iklim di Kabupaten Kudus saat ini. Apalagi, masyarakat perlahan mulai merasakan langsung dampak negatif dari ancaman kemarau panjang.

Menghadapi situasi lingkungan tersebut, Taj Yasin menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat membutuhkan wujud kolaborasi nyata dari para pemikir akademisi.

“Kita harus kolaborasi dengan kampus-kampus itu, mengajak bagaimana anak-anak kampus, bagaimana civitas akademika ini memiliki terobosan, penemuan, dan inovasi yang bisa kita pakai,” tegasnya.

Merespons hal tersebut, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyib Setyansah, mengungkapkan rasa bangganya. Ia menyambut antusias apresiasi dan tawaran kolaborasi langsung dari orang nomor dua di Jawa Tengah tersebut.

Thoyib menjelaskan bahwa penerapan konsep ekoteologi ini pada dasarnya bermula dari dorongan Kementerian Agama (Kemenag). Pihak rektorat maupun kalangan mahasiswa langsung merespons positif gagasan tersebut. Ke depan, mahasiswa berkomitmen mewujudkan nilai-nilai ini lewat aksi nyata, mulai dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga program kemahasiswaan lainnya.

“Ke depan Dema dan pihak kampus akan melaksanakan program-program yang berfokus pada ekoteologi, baik melalui KKN, dan kegiatan lainnya,” ungkap Thoyib.

Sebagai penutup, Thoyib memaparkan esensi utama dari gerakan ekoteologi. Gerakan inovatif ini berupaya memadukan pemahaman luhur ajaran agama Islam dengan aksi nyata kepedulian mahasiswa untuk terus merawat kelestarian lingkungan hidup.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA