Proses evakuasi pemancing hanyut oleh tim Basarnas Jepara. NALARMEDIA.COM – Tim SAR gabungan dan Basarnas Pos SAR Jepara saat ini tengah menyisir area Bendung Karet Sungai Kalijajar, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, untuk mencari dua pemancing yang tenggelam.
Identitas kedua pemancing tersebut adalah BS (46) yang berasal dari Betokan, Krajan, Demak, serta MK (60) dari Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa insiden ini bermula pada Senin (8/6/2026) malam. Saat itu, kedua korban sedang memancing bersama beberapa rekan mereka di sekitar kawasan bendung karet.
Menurut informasi di lapangan, BS awalnya memancing tepat di atas bantalan karet bendung yang berisi udara. Tragedi mulai terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ketika genset pengisi udara tiba-tiba mati, yang membuat bantalan karet itu perlahan-lahan mengempis.
Menyadari bahaya tersebut, BS langsung berusaha lari menuju tepi sungai. Sayangnya, ia terpeleset saat menginjak karet yang mengempis, lalu jatuh dan langsung terseret arus sungai yang cukup deras.
MK yang melihat temannya terjatuh segera melompat untuk memberikan pertolongan. Nahasnya, MK justru ikut terpeleset dan terbawa arus sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat meter tersebut.
“Pagi ini kami menerima laporan adanya dua orang yang hanyut di Bendung Karet Kalijajar dan langsung memberangkatkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono.
Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet. Mereka juga menerjunkan personel untuk melakukan pencarian jalur darat di sepanjang bantaran sungai.
Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 13.15 WIB. Petugas berhasil menemukan BS, namun sayangnya ia sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban BS ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Selanjutnya jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Budiono.
Sementara itu hingga Selasa sore, tim SAR belum berhasil melacak keberadaan MK. Petugas gabungan akhirnya memutuskan untuk menunda sementara operasi pencarian karena minimnya cahaya di lokasi kejadian yang bisa membahayakan tim.
“Pencarian terhadap korban MK kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi. Semoga kondisi cuaca dan arus sungai mendukung sehingga korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.