Mohammad Saleh Dampingi Menteri Wihaji Tinjau Distribusi Program MBG 3B di Purworejo

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Jun 2026 20:52 4 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, turut hadir mendampingi kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, ke Kabupaten Purworejo pada Kamis (18/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji bersama Mohammad Saleh menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Ganesha Convention Hall. Agenda utama pertemuan ini adalah meninjau langsung progres distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menteri Wihaji menegaskan bahwa Kemendukbangga mengemban amanat sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 untuk mengawal dan menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis khusus bagi kelompok 3B tersebut.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran TPK agar bergerak aktif menyukseskan program gizi ini. Kemendukbangga sendiri mematok target sebanyak 17.000 penerima manfaat dari kelompok 3B di wilayah Kabupaten Purworejo.

“Melalui Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari kader PKK, kader KB, dan tenaga kesehatan di masing-masing wilayah, kami membantu memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berjalan dengan baik,” kata Wihaji.

Menteri Wihaji menilai TPK berperan penting sebagai ujung tombak yang menjamin program pemerintah tepat sasaran. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Purworejo sudah berjalan optimal dan menuai sambutan hangat dari warga.

“Kami mengecek langsung bagaimana penerimaan masyarakat. Alhamdulillah rata-rata tidak ada masalah. Harapannya seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Purworejo dapat mendistribusikan program ini kepada seluruh penerima manfaat,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti program MBG, Menteri Wihaji juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menekan angka stunting. Ia mencatat bahwa prevalensi stunting di daerah ini sudah berhasil turun jauh melewati standar rata-rata nasional.

“Saat ini angka stunting nasional berada di kisaran 19,8 persen, sedangkan Purworejo sudah sekitar 14 persen. Ini capaian yang baik dan harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Walaupun menorehkan prestasi positif, Menteri Wihaji mengingatkan bahwa tantangan pembangunan keluarga pada masa mendatang masih sangat besar. Karena alasan itu, ia memotivasi para anggota TPK agar selalu merawat komitmen dan semangat tinggi saat terjun mendampingi keluarga di masyarakat.

“Tugas pendamping keluarga sangat mulia karena mendampingi masyarakat sejak pra-nikah hingga lansia. Saya berharap seluruh TPK tetap sabar dan semangat dalam mendampingi keluarga Indonesia, khususnya di Kabupaten Purworejo,” tandasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA