Apresiasi Penghafal Kitab Suci, Pemprov Jateng Dorong Generasi Muda Cintai Al-Qur’an

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Jun 2026 11:49 1 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Raut bahagia mewarnai wajah para santri dan wali santri yang menghadiri acara Haflatul Hidzaq Khotmil Qur’an dan Muwadaah di Pondok Pesantren Al Fattah Raudhatul Qur’an, Jekulo, Kudus, pada Selasa (9/6/2026).

Momen wisuda hafiz Al-Qur’an tahun ini terasa jauh lebih istimewa karena mereka menerima apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bisyarah atau tali asih kepada 15 santri penghafal Al-Qur’an. Program ini hadir sebagai bentuk penghargaan bagi para penghafal kitab suci, sekaligus langkah nyata pemerintah untuk memunculkan generasi Qurani di Jawa Tengah.

Siti Aisyah (53), salah satu wali santri, merasa sangat terharu saat melihat putranya mendapatkan bisyarah dari Wakil Gubernur. Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bantuan materi, tetapi wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah bagi para hafiz.

“Alhamdulillah, syukur banget putra saya bisa haflah (wisuda) hari ini. Semoga mendapat barokah. Matursuwun sanget Bapak Taj Yasin sudah memberikan bisyarah kepada putra saya,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah bisa terus melanjutkan program inspiratif ini pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu santri bernama Mauliya Aisyah Nilam Amira juga mengungkapkan rasa bangganya setelah menerima apresiasi dari orang nomor dua di Jawa Tengah itu.

“Senang, terima kasih Bapak Wagub,” ucapnya.

Senada dengan Mauliya, Muhammad Luliyan Hafiz menganggap pertemuannya dengan Wagub sebagai pengalaman berharga yang tidak akan ia lupakan.

“Senang banget rasanya bisa ketemu Wakil Gubernur. Ini pengalaman pertama kali. Harapannya, bisa bertemu kembali dan program ini terus dilanjutkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menekankan bahwa wisuda hafiz bukan garis akhir perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an. Setelah menuntaskan hafalan 30 juz, para santri justru memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk selalu menjaga, mengulang, dan memperdalam pemahaman mereka terhadap isi kandungan Al-Qur’an.

Ia menuturkan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber kemuliaan. Oleh karena itu, Allah SWT akan mengangkat derajat siapa saja yang selalu menjaga kedekatan dengan pedoman hidup tersebut.

“Adik-adik yang sudah hafal Al-Qur’an jangan berhenti sampai di sini. Hafalannya harus terus dijaga, dibaca, dan diulang. Semakin hafal Al-Qur’an, seharusnya semakin banyak pula interaksinya dengan Al-Qur’an,” ucap Wagub.

Taj Yasin turut memaparkan bahwa Pemprov Jateng secara konsisten menjalankan program pemberian tali asih ini untuk menghormati dan mengapresiasi masyarakat yang mendedikasikan hidupnya demi menjaga kelestarian kitab suci.

Lebih lanjut, Wagub mengingatkan peran vital orang tua dalam mendampingi proses belajar anak-anak mereka. Menurutnya, santri bisa berhasil menghafal Al-Qur’an berkat dukungan penuh keluarga yang selalu memantau serta mendorong perkembangan hafalan sang anak.

“Jangan setelah diwisuda lalu dianggap selesai. Perjalanan masih panjang. Hafalan harus terus dijaga dan diperdalam. Orang tua juga perlu terus mendampingi dan memperhatikan perkembangan anak-anaknya,” pesannya.

Lewat program bisyarah ini, Pemprov Jateng menaruh harapan besar agar generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an dan konsisten menerapkan nilai-nilainya sebagai fondasi dalam kehidupan sehari-hari.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA