Mohammad Saleh Dorong Akses Kredit Murah untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Jateng

waktu baca 3 menit
Kamis, 25 Jun 2026 17:07 3 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARAMEDIA.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, terus memperjuangkan kemudahan akses modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Ia menjelaskan bahwa UMKM memegang peran yang sangat strategis dalam roda perekonomian Jawa Tengah. Saat ini, lebih dari empat juta pelaku usaha aktif beroperasi, menjadikan sektor ini sebagai pilar utama penyokong ekonomi dan penyedia lapangan kerja bagi masyarakat.

“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, akses permodalan harus terus diperluas agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujar Saleh di Kota Semarang.

Saleh menyoroti pentingnya perluasan jangkauan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia berharap perbankan menawarkan fasilitas bunga yang terjangkau, sehingga lebih banyak pelaku UMKM yang berkesempatan memanfaatkannya.

Ia menyadari bahwa banyak pelaku usaha masih menghadapi masalah keterbatasan modal. Padahal, mereka sangat membutuhkan dana segar untuk menggenjot kapasitas produksi, melebarkan sayap ke pasar yang lebih luas, serta mengembangkan skala bisnis mereka.

“Skema KUR dengan bunga rendah perlu terus didorong karena sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Saleh juga mengajak sektor perbankan, khususnya Bank Jateng, untuk mempertegas dukungan mereka terhadap UMKM. Ia menyarankan bank-bank daerah ini merancang berbagai program pembiayaan yang praktis dan benar-benar menjawab kebutuhan para pelaku usaha.

Berdasarkan data per Maret 2026, Bank Jateng sukses membukukan aset senilai Rp93,97 triliun dengan dana pihak ketiga mencapai Rp75,80 triliun. Selain itu, bank daerah ini juga telah menyalurkan kredit hingga Rp63,66 triliun dan mempertahankan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) pada angka 22 persen.

Melihat kinerja positif tersebut, Saleh meyakini perbankan daerah memiliki modal kuat untuk menyalurkan lebih banyak pembiayaan produktif. Ia berharap fokus utama penyaluran ini tertuju pada sektor UMKM yang sudah terbukti memberikan kontribusi masif bagi perekonomian.

Tidak hanya menyoal pendanaan, ia juga menegaskan pentingnya program pendampingan usaha yang berjalan beriringan dengan kemudahan akses modal. Para pelaku usaha membutuhkan panduan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat strategi pemasaran supaya mereka mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar.

Saleh optimistis UMKM Jawa Tengah menyimpan peluang berkembang yang sangat luas, terutama jika melihat tren positif ekonomi daerah saat ini. Pada triwulan pertama tahun 2026, perekonomian Jawa Tengah berhasil tumbuh menyentuh angka 5,89 persen. Angka ini bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di posisi 5,61 persen, diiringi dengan angka tingkat pengangguran terbuka yang menyusut ke 4,24 persen.

“Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor UMKM. Jika UMKM tumbuh kuat, maka ekonomi daerah juga akan semakin kokoh,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA