Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan Pantura Barat

waktu baca 3 menit
Sabtu, 27 Jun 2026 21:54 61 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Mohammad Saleh selaku Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah agar segera mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Pantura bagian Barat. Langkah proaktif ini sangat penting untuk mendongkrak aktivitas perekonomian warga sekaligus memperlancar akses konektivitas antarwilayah.

Saleh menilai infrastruktur jalan yang memadai memegang peran vital untuk melancarkan arus distribusi logistik dan jasa. Selain itu, fasilitas jalan raya yang prima juga akan mendongkrak tingkat mobilitas masyarakat yang bermukim atau rutin melintasi jalur utama perekonomian Jawa Tengah tersebut.

“Jalan yang mantap sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi barang, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Saleh.

Ketersediaan akses jalan yang mulus juga menjadi kebutuhan mendesak. Apalagi, Provinsi Jawa Tengah berfungsi sebagai salah satu urat nadi utama untuk transportasi nasional dan rute mudik yang selalu menampung jutaan kendaraan setiap tahunnya.

Oleh sebab itu, Saleh menuntut pemerintah daerah agar bekerja lebih keras dalam menjalankan program pemeliharaan dan peningkatan jalan provinsi. Tujuannya agar persentase kelayakan jalan raya dapat terus bertambah secara signifikan.

“Perbaikan jalan harus menjadi prioritas karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun aktivitas ekonomi,” ungkap Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Catatan terbaru dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menunjukkan bahwa persentase kelayakan jalan provinsi di Jawa Tengah saat ini sedang merosot. Padahal pada tahun 2025 lalu, provinsi ini berhasil menduduki peringkat kedua secara nasional berkat tingkat kemantapan jalan yang sukses menyentuh angka 94 persen.

Penurunan kualitas ini, menurut Saleh, wajib memicu kewaspadaan bersama dari berbagai pihak. Pemerintah harus segera mengambil tindakan agar kualitas infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kebanggaan sekaligus kekuatan Jawa Tengah tidak semakin memburuk.

Untuk merespons kebutuhan perbaikan di kawasan Pantura Barat, Pemprov Jateng sudah menyiapkan dana hingga puluhan miliar rupiah pada kalender anggaran 2026. Pemprov mengucurkan dana sebesar Rp9,345 miliar khusus untuk membiayai perawatan rutin jalan provinsi sepanjang 143 kilometer di wilayah Kabupaten Brebes.

Pemprov juga menggelontorkan Rp14,23 miliar guna meningkatkan kualitas ruas jalan Bumiayu–Salem serta Sirampog–Bumiayu. Sementara itu, dana sebesar Rp9,39 miliar turut mereka siapkan untuk merehabilitasi jalur Kersana–Bandungsari, Bandungsari–Pananggapan, dan Bandungsari–Salem.

Beralih ke Kabupaten Pemalang, pemerintah provinsi menyalurkan anggaran Rp6,1 miliar untuk ongkos pemeliharaan rutin jalan raya. Di sisi lain, Kabupaten Pekalongan menerima jatah Rp5,67 miliar untuk agenda pemeliharaan yang sama sekaligus suntikan dana Rp5,27 miliar guna meningkatkan kapasitas ruas Wiradesa–Kajen. Terakhir, Kabupaten Batang mengantongi anggaran Rp5,06 miliar untuk menjaga kelayakan jalan provinsi yang membentang sejauh 76,99 kilometer di daerah tersebut.

Saleh memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Pemprov Jateng yang konsisten menyediakan alokasi dana demi memperbaiki infrastruktur jalan di Pantura Barat. Ia berharap percepatan proyek infrastruktur ini mampu menjamin kenyamanan para pengendara, memperkuat sistem konektivitas antarwilayah, dan akhirnya menopang pesatnya pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.

“Infrastruktur jalan yang baik akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah. Karena itu, upaya peningkatan kemantapan jalan harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA