Taj Yasin Lepas Ribuan Mahasiswa KKN Unsoed, Instruksikan OPD Kawal Program di Desa

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Jul 2026 13:25 40 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberangkatkan 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Ribuan agen perubahan ini akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan menyebar ke berbagai kabupaten/kota.

Taj Yasin melepas langsung rombongan mahasiswa tersebut di Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman, kampus Unsoed, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (7/7/2026).

Pada momen interaktif tersebut, sejumlah peserta KKN dengan antusias memaparkan langsung rencana program kerja mereka kepada Wagub Jateng.

Daffa Nurwahid, salah seorang perwakilan mahasiswa, menjelaskan bahwa ia dan 12 rekan satu timnya siap mengabdi di wilayah Kabupaten Purbalingga. Tim ini menargetkan pengembangan strategis pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kelestarian lingkungan.

Untuk memecahkan persoalan ekonomi dan lingkungan, kelompok Daffa berinisiatif merancang alat pembakar sampah minim asap. Mereka juga siap memberdayakan warga untuk memproduksi pot berbahan sabut kelapa sebagai pengganti pot plastik.

“Kami ingin membuat arang dari sekam padi, dan pembakar sampah yang minim asap,” ujarnya.

Peserta lainnya, Bella, turut membeberkan hasil survei lapangan dari desa tujuannya. Ia merancang program khusus untuk mencegah kasus stunting sekaligus mendampingi promosi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa setempat.

Mendengar inovasi cemerlang para mahasiswa, Taj Yasin melayangkan apresiasi tinggi. Pimpinan daerah ini bahkan langsung menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng untuk turun tangan mengawal realisasi program-program KKN tersebut.

“Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya,” kata Gus Yasin yang disambut antusias ribuan mahasiswa dalam ruangan.

Tokoh karismatik yang akrab dengan sapaan Gus Yasin ini juga mendorong mahasiswa KKN untuk menyokong penuh program Kecamatan Berdaya. Ia menitikberatkan fokus pada kampanye pencegahan perundungan (bullying) serta perlindungan intensif bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan warga lanjut usia (lansia).

Lebih lanjut, Wagub meminta mahasiswa bergerak aktif menjadi mentor bagi para pelaku UMKM lokal. Ia menargetkan para cendekiawan muda ini mampu mengakselerasi proses digitalisasi usaha dan mendongkrak daya saing produk warga.

“Saya minta untuk didampingi benar-benar. Kalau butuh pendampingan dengan packaging (kemasan), segera koordinasi dengan kami (pemerintah provinsi) supaya ada pendampingan betul-betul,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Pengembangan (Pusbang) KKN Unsoed, Ridlwan Kamaluddin, memaparkan jadwal pelaksanaan program. Kampus menggelar masa pengabdian ini mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan mengusung dua skema utama, yakni KKN Nasional dan KKN Internasional.

Skema KKN Nasional menyasar sembilan kabupaten strategis. Rute penyebaran mahasiswa mencakup Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, dan bahkan melintas pulau hingga Belitung Timur. Fokus utama mereka bertumpu pada pemberdayaan warga, ketahanan bencana, literasi, serta pembangunan infrastruktur desa.

Kampus Unsoed juga memperluas jangkauan pengabdian hingga menembus level global. Lewat skema KKN Internasional, kampus mengirimkan mahasiswa untuk menjalankan misi ke empat negara, yakni Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hongkong.

“Mereka diharapkan menjadi duta akademik dan budaya Indonesia di tingkat dunia,” jelas Ridwan.

Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, menjamin bahwa institusinya telah membekali seluruh mahasiswa dengan fondasi literasi, kompetensi teknis, dan karakter kepemimpinan yang tangguh. Ia optimistis para mahasiswa mampu mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tingkat desa, yang mencakup sektor ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup.

Kehadiran ribuan mahasiswa ini turut mendapat sambutan hangat dari Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti. Ia meyakini warga desa akan meraih ketangguhan sejati jika mereka memiliki SDM yang melek literasi dan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Saya berharap setiap kelompok KKN mampu menyusun program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta potensi yang dimiliki desa masing-masing. Mulailah dari hal-hal sederhana namun berdampak nyata bagi warga setempat,” ucapnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA