Lantik 47 Pejabat Baru, Wali Kota Agustina Perkuat Birokrasi demi Kebut Pelayanan Publik

waktu baca 3 menit
Kamis, 9 Jul 2026 13:02 39 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menyegarkan struktur birokrasinya dengan merotasi dan mempromosikan puluhan pejabat.

Pemkot mengambil langkah strategis ini untuk mendongkrak kualitas aparatur sipil negara (ASN). Harapannya, para abdi negara mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, dan responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melantik dan mengambil sumpah jabatan 47 pejabat administrator, pengawas, dan pimpinan tinggi pratama. Prosesi pelantikan ini berlangsung khidmat di Ruang Loka Krida, Balai Kota Semarang, pada Rabu (8/7/2026).

Agustina menegaskan bahwa rotasi jabatan ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian posisi. Ia menjadikan momen ini sebagai strategi jitu untuk memperkuat roda organisasi dengan menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan masing-masing perangkat daerah.

“Yang kami lakukan adalah penataan organisasi agar birokrasi semakin dinamis, produktif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan. Tidak ada yang diturunkan jabatannya, sebagian besar justru memperoleh promosi, sementara lainnya bergeser pada jenjang yang sama untuk memperkuat kinerja organisasi,” ujarnya.

Agustina menambahkan, pemerintah akan terus menata Sumber Daya Manusia (SDM) secara bertahap dengan berpegang teguh pada sistem merit. Ia memastikan seluruh proses seleksi selalu mengacu pada kompetensi teknis, rekam jejak pegawai, dan telah mengantongi persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Seluruh mekanisme dilakukan sesuai aturan. Persetujuan BKN menjadi bagian dari komitmen kami agar pengelolaan ASN berlangsung profesional, objektif, dan akuntabel,” tegasnya.

Tidak hanya merombak jabatan, Pemkot Semarang saat ini juga tengah menggodok sistem penghargaan berbasis kinerja. Pemerintah kelak akan menyesuaikan alokasi tambahan penghasilan pegawai (TPP) dengan pencapaian target kerja dari setiap perangkat daerah.

“Kami ingin membangun budaya kerja yang menghargai prestasi. ASN yang mampu mencapai target akan memperoleh apresiasi melalui tambahan tunjangan sehingga produktivitas birokrasi terus meningkat,” jelas Agustina.

Wali Kota menilai penguatan kualitas aparatur ini memegang peran krusial untuk menyukseskan berbagai program strategis daerah. Salah satu agenda terdekat adalah persiapan Kota Semarang yang akan bertindak sebagai tuan rumah hajatan akbar MTQ Nasional XXXI pada September 2026 mendatang.

Untuk menyukseskan agenda skala nasional tersebut, ia menuntut kolaborasi penuh dari seluruh organisasi perangkat daerah. Setiap instansi harus bahu-membahu menyiapkan infrastruktur, memaksimalkan pelayanan publik, dan menerjunkan SDM yang profesional serta inklusif.

“Bahkan akan ada penampilan penyandang disabilitas dalam rangkaian MTQ Nasional. Karena itu seluruh jajaran harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, turut memberikan penjelasan. Ia menyebut rotasi ini bertujuan untuk mengisi sejumlah kursi jabatan yang kosong akibat masa pensiun sekaligus menyesuaikan dinamika kebutuhan organisasi.

Joko merinci komposisi 47 pejabat yang baru saja dilantik. Sebanyak tiga pejabat pimpinan tinggi pratama menjalani mutasi, sementara dua pejabat administrator sukses meraih promosi menjadi pimpinan tinggi pratama. Selain itu, BKPP juga merotasi dan mempromosikan 20 pejabat administrator serta memutasi 22 pejabat pengawas.

Ia menjamin seluruh pejabat terpilih telah melewati proses seleksi ketat. Mereka sukses menuntaskan tahapan verifikasi administrasi, lulus uji penilaian kompetensi, hingga mendapat lampu hijau berupa persetujuan teknis dari BKN.

“Kaderisasi kepemimpinan terus kami siapkan secara berkelanjutan. Pengisian jabatan dilakukan melalui proses pembinaan dan uji kompetensi sehingga pejabat yang terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya.

Lewat perombakan birokrasi ini, Pemkot Semarang memancang harapan besar agar laju organisasi pemerintahan menjadi semakin lincah dan profesional. Pemerintah menargetkan para pejabat baru ini mampu mengeksekusi pelayanan publik secara lebih cepat dan tepat sasaran agar masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA