Berkah Haul Akbar Grobogan, Ribuan Jemaah Sukses Gerakkan Ekonomi Pedagang Kecil

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Jul 2026 15:22 32 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gelaran Haul Akbar Kyai Ageng Kafiluddin K Munawar Kholil ke-20 dan Masyayikh di Pondok Pesantren Al Marom Menduran, Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada Minggu (12/7/2026) ternyata tidak sekadar menjadi ajang ibadah. Ribuan warga memanfaatkan momentum silaturahmi dan majelis ilmu ini untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekitar.

Rangkaian acara tahunan di Ponpes Al Marom ini berlangsung meriah sejak 9 hingga 12 Juli 2026. Ribuan jemaah dari berbagai daerah antusias memadati lokasi acara. Mereka datang dari wilayah Jawa Tengah seperti Demak, Rembang, dan Semarang, hingga rombongan lintas provinsi yang bertolak dari Jawa Barat dan Jakarta.

Kehadiran ribuan jemaah ini sukses menyulap acara haul menjadi pengungkit roda perekonomian lokal. Masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al Marom Menduran memanfaatkan momentum ini untuk meraup rezeki, sekaligus mempererat ukhuwah dan meneladani jejak dakwah para ulama.

Pantauan di lapangan pada Minggu (12/7/2026) menunjukkan pemandangan yang menggembirakan. Puluhan pedagang menggelar lapak jualan mereka berjajar rapi sepanjang 100 meter pada akses jalan menuju lokasi majelis. Para pengunjung tampak memborong ragam produk jualan, mulai dari aneka kuliner, sandal, pakaian, hingga kebutuhan harian lainnya.

Andi, salah seorang pedagang asal Kaligawe, Kota Semarang, mengaku sengaja datang jauh-jauh ke Grobogan untuk meraup untung. Ia selalu menantikan acara haul rutin tahunan ini karena terbukti sukses mendongkrak angka penjualannya.

“Pasti buka dagangan kalau ada haul di sini, setahun sekali. Hasilnya lumayan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi menceritakan rutinitasnya bersama rekan-rekan sesama pedagang. Mereka memang sering berpindah-pindah lokasi dan mengikuti berbagai agenda keagamaan serta pusat keramaian demi mencari peruntungan dagang.

Berkah manis juga menghampiri Widi, seorang penjual lontong pecel khas Menduran, Grobogan. Ia dan sang ibu membuka lapak persis di area haul tanpa sedikit pun menaikkan harga jual dari batas normal, yakni tetap membanderol dagangannya seharga Rp5.000 per porsi.

Walau tetap mempertahankan harga murah, Widi sukses mencetak lonjakan omzet yang sangat drastis jika membandingkannya dengan pendapatan harian biasa.

“Alhamdulillah bisa dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa,” katanya.

Dari kacamata pengunjung, paduan suasana religius dan festival kuliner lokal ini juga memberikan kepuasan tersendiri. Asih, seorang jemaah asal Jakarta, mengaku sengaja memborong makanan khas Menduran karena sangat sulit ia jumpai di ibu kota.

Ia menilai kegiatan haul ini sangat positif. Selain memberikan siraman rohani, acara keramaian ini terbukti membuka peluang ekonomi yang riil bagi masyarakat setempat.

“Haul ini bisa membantu warga Daerah Menduran bisa berjualan. Pengunjung dari luar datang untuk mencoba membeli jajanan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turut menghadiri kegiatan akbar tersebut. Ia menilai acara keagamaan berskala besar seperti haul selalu membawa dampak ekonomi yang sangat nyata bagi masyarakat kelas bawah.

Pria yang akrab dengan sapaan Gus Yasin itu melihat langsung perputaran uang dan ramainya aktivitas perdagangan di sepanjang jalan menuju lokasi majelis.

“Ini tadi saya lihat selama perjalanan panjang jalan itu dagangan laris semua,” katanya.

Gus Yasin memandang kegiatan keagamaan yang menyedot konsentrasi massa ini tampil sebagai motor penggerak ekonomi lokal, terlebih di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Ia menegaskan bahwa pihak pondok pesantren bukan satu-satunya penerima manfaat dari penyelenggaraan haul ini. Para pedagang kecil yang menggantungkan periuk nasi mereka dari agenda semacam ini turut merasakan berkah yang luar biasa besar.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA