Antisipasi Kekeringan, Wali Kota Semarang Desak PDAM Siapkan Strategi Khusus Jelang Kemarau

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Jul 2026 19:27 33 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendesak PDAM Tirta Moedal agar segera merumuskan strategi jitu guna meredam dampak musim kemarau. Ia mengingatkan tingginya potensi krisis kekeringan yang sewaktu-waktu bisa mengancam sejumlah wilayah di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Ia mendorong perusahaan air minum milik daerah itu untuk melakukan manuver taktis dan mengambil langkah khusus. Upaya preventif ini sangat krusial demi menjamin ketersediaan pasokan air bersih sehingga seluruh warga Semarang terhindar dari imbas krisis.

“Ini jelang kemarau, harus ada manuver khusus untuk antisipasi. Apalagi ini soal air, kita sedang buat beberapa skema,” kata Agustina di Balai Kota Semarang, Selasa (14/7/2026).

Belakangan ini, gangguan layanan distribusi air memang melanda beberapa titik di Kota Semarang. Kondisi krisis tersebut amat menyulitkan warga saat harus memenuhi kebutuhan dasar harian mereka lantaran aliran air PDAM mati total atau mengalir dengan sangat tidak stabil.

Merespons situasi darurat tersebut, Agustina menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) saat ini tengah merancang skema bantuan distribusi air bersih. Pemkot memprioritaskan penyaluran bantuan armada ini bagi kawasan-kawasan yang memang belum masuk dalam cakupan perluasan jaringan pipa PDAM.

“Sudah ada bantuan tangki air ke titik yang tidak ada aliran PDAM, dan titik yang tidak terjangkau oleh jaringan PDAM. Saya sudah minta ada skema menghadapi ini,” jelasnya.

Pemerintah menyadari bahwa mereka tidak bisa serta-merta membangun jaringan pipa baru secara instan di kawasan yang belum memiliki akses saluran PDAM. Menyiasati kendala teknis tersebut, Agustina menyiapkan alternatif pengiriman pasokan air bersih dengan mengerahkan armada truk tangki.

“Nah kalau itu tidak ada jaringan, kita kan tidak bisa bangun. Yang bisa adalah kita mengirim air. Mudah-mudahan ini segera bisa dilaksanakan proses pembantuan air bersih,” tuturnya.

Lebih lanjut, Agustina menginstruksikan jajaran Dewan Pengawas (Dewas) PDAM untuk segera turun gelanggang. Ia meminta Dewas menganalisis dan mengevaluasi langsung kualitas pelayanan yang PDAM berikan kepada para pelanggannya di lapangan.

Orang nomor satu di Kota Semarang itu berjanji akan memberikan pengawasan ekstra ketat terhadap kinerja PDAM, terlebih saat warga tengah bersiap menghadapi ancaman puncak musim kemarau.

“Saya minta dewas turun ya melakukan analisa, kalau melihat pegawainya PDAM pasti cukup kalau digerakkan dengan sungguh-sungguh,” terangnya.

Sebagai informasi, keluhan warga Semarang Timur dan sekitarnya belakangan ini viral menghiasi linimasa media sosial. Masyarakat memprotes aliran air PDAM yang padam berhari-hari karena petugas tak kunjung memberikan penanganan konkret.

Gangguan distribusi ini bermula dari insiden kebocoran pipa akibat hantaman alat berat pada sebuah proyek infrastruktur di kawasan Kaligawe. Kerusakan fatal tersebut memutus pasokan air bagi warga di area Genuk, Kaligawe, Semarang Timur, hingga merambah wilayah Kecamatan Pedurungan.

“Di sini PDAM harus meningkatkan kinerja ya, karena banyaknya keluhan dari masyarakat dan melakukan langkah antisipasi musim kemarau,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA