TMMD Dongkrak Kualitas Hidup Warga, Wali Kota Agustina Pastikan Pembangunan Jangkau Pelosok Kampung

waktu baca 4 menit
Jumat, 17 Jul 2026 21:08 30 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memastikan bahwa proyek pembangunan daerah tidak hanya berhenti pada wujud fisik semata. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, pemerintah membawa langsung berbagai layanan esensial ke tengah masyarakat. Layanan terpadu ini mencakup perbaikan infrastruktur lingkungan, bedah rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan pasokan air bersih, pelayanan kesehatan, urusan administrasi kependudukan, hingga program pemberdayaan ekonomi warga. Langkah strategis ini mewujudkan visi pembangunan yang tak sekadar memoles tata ruang, tetapi juga mendongkrak kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan komitmen tersebut saat membuka resmi pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026. Acara pembukaan ini berlangsung meriah di Lapangan Rusunawa Semarang Hebat, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, pada Rabu (15/7/2026). Program strategis yang akan berjalan hingga 13 Agustus mendatang ini merangkum kolaborasi solid antara Pemkot Semarang, Kodim 0733/Kota Semarang, BAZNAS, PDAM, dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sinergi lintas instansi ini bertujuan mengebut pemerataan pembangunan hingga menyentuh akar rumput di tingkat kampung.

Agustina mengingatkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan kehadiran nyata dari pemerintah. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak tidak lagi memandang TMMD sekadar sebagai proyek pengaspalan atau perbaikan jalan. Lebih dari itu, program ini telah bertransformasi menjadi ruang kolaborasi wadah pemerintah untuk mengantarkan berbagai pelayanan publik langsung ke hadapan warga.

“TMMD hari ini bukan hanya membangun jalan atau talud. Yang kita bangun adalah akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. Ketika warga bisa tinggal di rumah yang lebih layak, memperoleh air bersih, mendapatkan layanan kesehatan, mengurus administrasi lebih mudah, hingga memperoleh kesempatan meningkatkan ekonomi keluarga, di situlah pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Agustina.

Mengupas aspek pengerjaan fisik, satgas TMMD tahun ini memfokuskan tenaga pada peninggian struktur jalan, pemasangan paving, dan pembangunan talud di Jalan Dempel Barat, Kelurahan Sawah Besar. Bergeser ke sektor sosial, tim gabungan siap mengeksekusi rehabilitasi 10 unit RTLH dengan memanfaatkan kucuran dana dari BAZNAS Kota Semarang. PDAM Kota Semarang juga turut menyumbangkan dukungan dengan membangun satu paket tandon air beserta instalasinya di area Musala Al Hidayah. Fasilitas baru ini akan menjamin ketersediaan akses air bersih bagi warga sekitar.

Agustina menilai program nonfisik memiliki bobot kepentingan yang setara, karena program ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat. Selama periode TMMD, panitia menyediakan beragam layanan prima secara cuma-cuma. Warga bisa mengakses pemeriksaan kesehatan gratis, pendaftaran KTP digital, penyuluhan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi, kelas edukasi pencegahan stunting, hingga aksi donor darah. Selain itu, pemerintah juga menggelar pasar pangan murah, bazar produk UMKM, pelatihan keterampilan kerja, armada perpustakaan keliling, hingga lokakarya mengenai ketahanan keluarga, mitigasi bencana, dan ketahanan pangan.

“Seluruh perangkat daerah kita hadir bersama masyarakat. Tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi bergerak sebagai satu tim untuk menyelesaikan persoalan warga secara terpadu. Ini yang ingin terus kita bangun, yaitu pelayanan pemerintah yang semakin dekat, semakin cepat, dan semakin dirasakan manfaatnya,” lanjutnya.

Wali Kota meyakini pendekatan terpadu ini memegang peran sebagai kunci utama untuk mempercepat laju pembangunan kota. Ia percaya hasil pembangunan akan membuahkan manfaat yang jauh lebih berkelanjutan apabila pemerintah memadukan perbaikan infrastruktur dengan peningkatan kualitas kesehatan, sektor pendidikan, ketahanan keluarga, serta penguatan ekonomi warga, alih-alih hanya berfokus pada penyusunan batu dan semen.

Pada kesempatan tersebut, Agustina turut melemparkan apresiasi tinggi atas solidnya sinergi TNI bersama seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi ini terbukti selalu menjadi motor penggerak utama dalam setiap pelaksanaan TMMD. Ia menilai semangat gotong royong tersebut menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk mengebut penyelesaian berbagai problematika di lingkungan permukiman, sembari terus memupuk rasa kepedulian antarwarga.

“Kolaborasi adalah kekuatan Kota Semarang. Ketika pemerintah, TNI, BUMD, BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, pembangunan tidak hanya selesai lebih cepat, tetapi juga lebih tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan lebih luas. Inilah wajah pembangunan yang ingin terus kita hadirkan di Kota Semarang,” tegas Agustina.

Penyelenggaraan TMMD Sengkuyung Tahap III ini kembali menebalkan komitmen Pemkot Semarang. Pemerintah membuktikan bahwa esensi pembangunan tidak semata tentang perbaikan infrastruktur keras, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menghadirkan negara lebih dekat dengan rakyatnya. Dengan mendekatkan jangkauan pelayanan hingga ke tingkat perkampungan terkecil, Pemkot menaruh harapan besar agar setiap warga kota mengantongi kesempatan yang sama untuk menikmati lingkungan tinggal yang layak, mengakses layanan publik dengan mudah, dan terus mendongkrak kualitas hidup mereka.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA