Bukan Sekadar Seremoni, Ahmad Luthfi Dorong Tegal Business Forum Cetak Investasi

waktu baca 4 menit
Rabu, 22 Jul 2026 12:38 25 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menghadiri langsung perhelatan Tegal Business Forum 2026. Acara strategis ini berlangsung di Shangri-la Land Convention Hall, Kota Tegal, pada Selasa (21/7/2026).

Penyelenggara merancang forum ini tidak sekadar untuk mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan kalangan perbankan. Lebih dari itu, ajang ini memikul target besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Oleh karena itu, Luthfi mendesak para peserta forum untuk menghasilkan kesepakatan usaha, jalinan kerja sama, hingga komitmen investasi yang konkret. Langkah nyata ini sangat krusial untuk mengembangkan roda ekonomi Kota Tegal dan wilayah sekitarnya.

“Business forum harus berorientasi pada hasil, jangan hanya orientasi kegiatan. Harus ada yang dijual kepada pelaku usaha, kemudian ada MoU atau kerja sama, sehingga hasilnya jelas dan dapat diukur,” kata Luthfi di sela mengikuti acara.

Ia menilai kolaborasi erat antara pemerintah, pengusaha, dan perbankan memegang peran sangat penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Apalagi, pemerintah saat ini tengah menghadapi bayang-bayang keterbatasan fiskal.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus membagi APBD yang berkisar Rp23 triliun untuk memenuhi kebutuhan 35 kabupaten dan kota. Dana tersebut mengalir untuk membiayai pelayanan dasar hingga pembangunan infrastruktur. Alhasil, pemerintah daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di tengah geopolitik dunia dan keterbatasan fiskal, pejabat publik harus kreatif mencari sumber pertumbuhan baru. Caranya dengan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah melalui investasi dan kolaborasi,” ujar Luthfi.

Lebih lanjut, Gubernur mendorong setiap kawasan eks-karesidenan untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung satu sama lain. Ia mencontohkan Kota Tegal yang sangat potensial menjadi pusat (hub) perekonomian di wilayah Tegal Raya, tentunya dengan mendapat dukungan penuh dari Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap daerah menyimpan potensi dan kearifan lokal yang unik. Kota Tegal, misalnya, mengantongi kekuatan besar di sektor maritim, perdagangan, jasa, kuliner, dan kewirausahaan. Pemerintah daerah wajib mengemas seluruh potensi tersebut secara apik dan menawarkannya secara konkret kepada para pemodal.

“Bupati dan wali kota harus menjadi marketing manager bagi daerahnya. Mereka harus memahami potensi wilayah, menjual daerahnya, memberikan kepastian, dan menyelesaikan kendala investor,” tegasnya.

Sang Gubernur memastikan Jawa Tengah sampai detik ini masih memancarkan daya tarik yang kuat bagi kalangan investor. Keunggulan ini tercipta berkat kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum yang terjamin, kemudahan proses perizinan, ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif, serta kesiapan infrastruktur kawasan industri.

Mencatat rekor pada 2025 lalu, realisasi investasi Jawa Tengah sukses menembus angka Rp110,64 triliun dan menyerap lebih dari 418 ribu tenaga kerja. Tren positif ini berlanjut pada Triwulan I 2026, di mana arus investasi kembali masuk menyentuh Rp23,02 triliun dan membuka lapangan kerja bagi sekitar 92 ribu orang. Angka ini berhasil mengerek pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ke level 5,89 persen, mengungguli capaian nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Kota Tegal sendiri menorehkan rapor yang sangat positif. Kota ini sukses meraup realisasi investasi sebesar Rp791,67 miliar pada 2025, yang berarti melampaui target hingga 132 persen. Bahkan, pada Triwulan I 2026, Kota Tegal konsisten bertengger di jajaran 10 besar daerah penyumbang investasi tertinggi di Jawa Tengah.

Luthfi juga memberi penekanan bahwa arus investasi bernilai jumbo harus berjalan selaras dengan upaya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini, Jawa Tengah membina sekitar 4,9 juta pelaku UMKM yang membutuhkan dorongan agar segera naik kelas. Pemerintah merumuskan strategi ini melalui program pendampingan, pembukaan akses pasar yang lebih luas, dan suntikan dukungan permodalan.

Untuk melancarkan strategi ini, Gubernur menugaskan Bank Jateng untuk tampil sebagai tulang punggung pembiayaan sektor UMKM. Selain itu, ia juga mendorong bank pelat merah tersebut untuk memperluas jangkauan layanan mereka ke ranah perusahaan swasta.

Menyambut arahan tersebut, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menegaskan bahwa Tegal Business Forum mewakili bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, kalangan pengusaha, dan instansinya. Ia memandang forum ini sebagai sarana eksekusi atas arahan Gubernur yang menginginkan Bank Jateng tampil lebih agresif melayani sektor swasta, bukan sekadar mengurus transaksi pemerintahan.

“Kami ingin memperluas layanan kepada dunia usaha dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah. Dana yang dihimpun juga kami salurkan kepada sektor produktif, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga komersial,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, merinci profil peserta yang memadati forum tersebut. Ia menyebut panitia sukses mendatangkan sekitar 100 pengusaha kelas kakap asal Kota Tegal, 100 pelaku bisnis kuliner, restoran, kafe, dan lounge, beserta delegasi dari sekitar 20 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).

Dedy menaruh harapan tinggi agar momentum forum ini mampu memicu pemanfaatan aset dan lahan-lahan strategis yang selama ini menganggur. Ia membidik masuknya aliran investasi segar yang menyasar sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, hingga pengembangan fasilitas publik.

Sebagai informasi, Tegal Business Forum 2026 kali ini mengangkat tema besar “Amazing Tegal, Amazing Investment, and Amazing Service”. Melalui jargon tersebut, Pemerintah Kota Tegal mendeklarasikan komitmen penuh mereka untuk memangkas birokrasi dan mempermudah proses perizinan bagi setiap investor yang berniat menanamkan modalnya di wilayah tersebut.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA