Gantikan Nanik S Deyang, Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN Sore Ini

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Jul 2026 14:05 26 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah resmi menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono untuk mengisi kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) definitif. Ia menggantikan Nanik S. Deyang yang sebelumnya telah mengundurkan diri. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi keputusan ini langsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto menjadwalkan pelantikan Sudaryono di Istana pada pukul 15.00 WIB sore ini.

“Bapak Presiden memutuskan yang menggantikan adalah Bapak Sudaryono yang sekarang ini menjabat Wakil Menteri Pertanian,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan bahwa Nanik telah menyerahkan pengunduran dirinya secara langsung kepada Presiden Prabowo. Ia membenarkan masalah kesehatan sebagai faktor utama yang memaksa Nanik mundur, sekaligus mengakui dinamika pergantian ini sebagai situasi yang cukup berat bagi pemerintah.

Sebelum menunjuk kepala baru, BGN juga merombak struktur internal dengan melantik lima pejabat anyar. Prasetyo menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membenahi tata kelola lembaga tersebut.

“Sebagaimana Saudara-Saudara monitor, sudah ada pergantian pejabat di lingkungan Badan Gizi Nasional. Kalau sudah cermati yang diberikan tugas memperkuat cukup lengkap. Berasal dari Kementerian Keuangan, pengalaman di BPKP, pengalaman di Kementerian Kesehatan, pengalaman di kejaksaan. Itu upaya kita membenahi Badan Gizi Nasional,” jelas Prasetyo.

Menanggapi penunjukan Sudaryono, Prasetyo menilai sosok Wamentan itu sudah sangat memahami seluk-beluk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan aktif Kementerian Pertanian dalam menyokong kelancaran program andalan tersebut menjadi alasan kuat di balik pemilihan Sudaryono.

“Beliau sejak awal mengikuti konsep Makan Bergizi Gratis. Beliau sejak awal mengikuti bersama kami semua. Berdiskusi bagaimana konsep Makan Bergizi Gratis ini sebagai Wamentan. Tentu saja, Badan Gizi Nasional yang kegiatannya adalah memberikan makan bergizi itu tidak pernah lepas (dari) tugas beliau di pertanian,” jelas Prasetyo.

Meski Sudaryono segera beralih tugas sore ini, pihak Istana rupanya belum mengantongi nama pejabat yang akan mengisi kursi Wamentan. Prasetyo memastikan pemerintah akan segera membahas posisi kosong tersebut dalam waktu dekat.

“Nanti pada waktunya disampaikan (penggantinya),” tegas Prasetyo.

Di sisi lain, Prasetyo turut membenarkan bahwa pemerintah tetap menugaskan Nanik untuk mengawal program MBG dari balik layar. Presiden Prabowo secara khusus meminta Nanik mengisi posisi Dewan Pengawas BGN, memanfaatkan struktur organisasi yang memang menyediakan posisi tersebut. Presiden menilai rekam jejak Nanik memimpin BGN sangat berharga untuk mendampingi pimpinan yang baru.

“Tentu saja dengan pengalamannya, Bapak Presiden merasa ibu Nanik masih bisa memberikan kontribusi yang optimal tentu dengan peran yang berbeda. Karena ada masalah kesehatan sehingga beliau (Presiden Prabowo) masih meminta Bu Nanik mengawal dan menyukseskan program bersama pimpinan baru,” terang Prasetyo.

Merespons perombakan ini, Ketua DPR RI Puan Maharani menaruh harapan besar agar pimpinan BGN yang baru memiliki kapasitas mumpuni. Ia mendorong Sudaryono untuk segera mengevaluasi dan membenahi kinerja BGN sebagai motor pengelola program MBG.

“Yang terbaik untuk Indonesia. Semoga penggantinya nanti terbaik untuk BGN dan bisa mengevaluasi dan memperbaiki kinerja dari BGN. Saya yakin pasti nanti yang terbaik untuk evaluasi selanjutnya,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Menyinggung wacana pembentukan Dewan Pengawas BGN yang akan diketuai oleh Nanik, Puan tidak ingin banyak berkomentar. Ia menekankan bahwa prioritas utama publik saat ini adalah melihat BGN menunjukkan perbaikan kinerja yang nyata.

“Kita lihat aja, yang paling penting adalah bagaimana nantinya BGN bisa memperbaiki kinerjanya,” jelas mantan Menko PMK tersebut.

“Sehingga program ini memang bisa berjalan lebih baik dari yang seperti kita harapkan, untuk anak-anak Indonesia,” tutup Puan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA