Perkuat Mobilitas dan Ekonomi, Agustina Sambut Positif Revitalisasi Stasiun Tawang

waktu baca 4 menit
Jumat, 31 Jul 2026 13:28 8 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut antusias peresmian Revitalisasi Tahap I Bangunan Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan langsung proyek bersejarah ini pada Kamis (30/7/2026). Agustina menilai perombakan ikon Kota Semarang ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur bergaya modern mampu berjalan beriringan dengan upaya pelestarian sejarah bangsa.

“Stasiun Tawang bukan sekadar simpul transportasi. Ia adalah bagian dari identitas Kota Semarang. Selama lebih dari satu abad, bangunan ini menjadi saksi perjalanan perdagangan, mobilitas masyarakat, hingga perkembangan Semarang sebagai kota pelabuhan dan pusat ekonomi di Pulau Jawa. Karena itu, revitalisasi ini merupakan investasi peradaban yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi,” ujar Agustina.

Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) membangun Stasiun Tawang pada tahun 1911 dan mulai mengoperasikannya pada tahun 1914. Menyadari statusnya sebagai cagar budaya penting, PT KAI mengebut revitalisasi tahap pertama ini selama 330 hari. Tim perancang menata ulang bagian fasad, aula utama (hall), sayap barat dan timur, ruang tunggu, ruang VIP, selasar, hingga memperbaiki sistem drainase. Pekerja juga mengembalikan berbagai ornamen dan elemen arsitektur dengan merujuk pada dokumentasi lawas demi menjaga karakter keaslian bangunan.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menerangkan bahwa proyek revitalisasi ini menindaklanjuti arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin meningkatkan standar pelayanan transportasi umum sekaligus merawat bangunan bersejarah. Bobby memastikan timnya memulihkan bentuk fisik bangunan berusia lebih dari 112 tahun ini secara cermat menggunakan panduan foto-foto kuno agar nilai historisnya tidak pudar.

Tingginya mobilitas masyarakat turut mendesak PT KAI untuk segera meningkatkan kapasitas stasiun. Sepanjang tahun 2025, Stasiun Tawang sukses melayani hingga 3.862.127 aktivitas penumpang. Sementara itu, pada Semester I Tahun 2026, stasiun ini mencatat 2.152.894 aktivitas naik-turun dengan rata-rata 34 perjalanan kereta api per hari. Angka fantastis ini semakin mengukuhkan Stasiun Tawang sebagai simpul mobilitas paling vital di Jawa Tengah yang menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata.

Agustina mengapresiasi langkah tegas PT KAI tersebut. Ia menilai peningkatan mutu pelayanan publik sama sekali tidak harus mengorbankan nilai sejarah suatu bangunan. Sang Wali Kota justru memandang upaya merawat warisan budaya ini mampu menciptakan nilai tambah bagi kota, mulai dari memperkuat daya tarik wisata, menyediakan ruang edukasi, hingga mengungkit laju pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bagi Kota Semarang, pesan Presiden tersebut memiliki makna yang sangat relevan. Kemajuan tidak boleh memutus hubungan dengan sejarah. Justru warisan budaya harus menjadi modal untuk membangun kota yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing. Revitalisasi Stasiun Tawang menjadi contoh nyata bahwa pelestarian cagar budaya mampu berjalan berdampingan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Agustina.

Ia turut menyoroti posisi strategis Stasiun Tawang yang berdiri kokoh tepat di pintu masuk Kawasan Kota Lama Semarang. Wisatawan yang tiba menggunakan kereta api akan langsung menikmati sambutan hangat dari megahnya kawasan heritage kebanggaan kota ini. Merespons potensi emas tersebut, Pemkot Semarang bersiap memperkuat integrasi jalur dari Stasiun Tawang menuju Kota Lama, Pecinan, Kampung Melayu, pusat UMKM, hingga kawasan ekonomi kreatif.

“Besarnya jumlah penumpang menunjukkan bahwa Stasiun Tawang bukan hanya aset sejarah, tetapi juga infrastruktur strategis yang menopang aktivitas ekonomi Kota Semarang. Semakin nyaman pelayanan transportasi, semakin besar peluang tumbuhnya sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” jelas Agustina.

Revitalisasi ini datang pada momentum yang sangat tepat menjelang perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Wajah baru Stasiun Tawang yang makin representatif akan menjadi gerbang utama untuk menyambut kedatangan ribuan tamu dari seluruh penjuru Nusantara. Fasilitas megah ini siap memancarkan citra Semarang sebagai kota modern yang tetap memeluk erat karakter sejarahnya.

“Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi komitmen Pemerintah Pusat dan PT Kereta Api Indonesia dalam menjaga warisan sejarah bangsa. Kami siap memperkuat kolaborasi agar revitalisasi Stasiun Tawang tidak berhenti pada bangunan fisik semata, tetapi mampu menghidupkan kawasan sekitarnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor pariwisata dan investasi, serta semakin mengukuhkan Semarang sebagai kota yang nyaman dikunjungi, dihuni, dan menjadi tujuan berusaha,” pungkas Agustina.

Saat menutup seluruh rangkaian peresmian tersebut, Presiden Prabowo kembali menitipkan pesan penting kepada seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan harus selalu berpijak teguh pada lembaran sejarah bangsa.

“Kita buktikan Indonesia menghadapi masa depan dengan optimistis, dengan semangat, tanpa melupakan sejarah. Sejarah penting bagi kepribadian kita dan masa depan kita,” ujar Presiden.

Menyelaraskan diri dengan semangat Kepala Negara, Pemkot Semarang terus mematangkan komitmennya untuk memaksimalkan hasil perombakan Stasiun Tawang. Pemerintah daerah berambisi menjadikan ikon ini sebagai pemacu pengembangan kawasan heritage dan motor penggerak ekonomi warga. Revitalisasi ini sukses menanamkan simbol kuat bahwa laju kemajuan zaman bisa melangkah harmonis dengan pelestarian sejarah.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA